Reaksi Edy Rahmayadi Saat Kopi Lintong dan Mandailing Disebut dari Thailand

Reaksi Edy Rahmayadi Saat Kopi Lintong dan Mandailing Disebut dari Thailand

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (FOTO: Istimewa)

(rel/rzd)

Selasa, 4 Desember 2018 | 14:43

Analisadaily (Deli Serdang) - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi membuka seminar keragaman jenis kopi di Taman Siba Indah, Hamparan Perak, Deli Serdang.

Di hadapan para peserta dan masyarakat yang hadir, Edy mengungkapkan rasa marah. Pasalnya, ia mendengar cerita kopi lintong dan mandailing sempat diklaim berasal dari Thailand.

“Kita punya kopi yang bagus. Kekayaan alam kita sebagai penghasil kopi adalah bonus yang diberikan Allah SWT kepada daerah ini,” kata Edy, Selasa (4/12).

Menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Italia pada masa lalu, Edy mengaku melihat dan mencicipi satu loki kopi dengan harga yang cukup mahal.

Mengetahui itu, ia pun merasa bangga nama kopi mandailing dan lintong ada dan dijual di negara tersebut. Apalagi keduanya berasal dari Sumatera Utara.

“Saya sempat bangga karena ternyata kopi kita terkenal. Tetapi pas saya tanya, mereka (orang Italia) bilang kopinya dari Thailand. Saya jadi bingung, apa ada Mandailing di Thailand?” sebutnya.

Akhirnya pertanyaan yang membuatnya sedikit marah itu, terjawab dengan informasi bahwa hingga 1998, kopi asal Sumut itu masih diekspor langsung dari Indonesia.

Namun setelahnya, mulai terjadi pencampuran, yang kemudian diterima terlebih dahulu di Thailand, baru dikirim ke Italia. Hal ini yang kemudian membuatnya kecewa dan marah.

“Intinya yang mau saya sampaikan adalah, mari kita jujur. Ini seperti persoalan akal mengakali. Karena sekarang yang mendapat keuntungan itu orang luar (asing). Jadi saya titip, tolong yang ini dibahas dalam seminar seperti ini,” jelas Edy.

Dirinya pun menyebutkan, kegiatan seminar merupakan satu hal penting yang perlu dilakukan. Namun yang tidak kalah penting menurutnya adalah, bagaimana mengedepankan aksi seperti menggalakkan promosi kopi, serta produksi hingga menjaga nama agar tidak dibajak oleh negara lain.

“Jadi kopi kita ini (asal Sumut) bukan soal enak tidak enak, tetapi sudah kelas dunia. Yang bikin kurang itu, ya kita sendiri. Mari manfaatkan sekarang, ajari kami untuk bisa memperbaiki. Persoalan kita bukan kurang seminar, tetapi mental kita yang harus baik. Jadi saya mau aksi, kita galakkan ini,” tegasnya.

Gubsu juga mengatakan kondisi warung kopi di beberapa tempat yang menyediakan kopi asal Sumut, selalu ramai diminati masyarakat.

“Karena itu, saya meminta agar masyarakat mendapatkan manfaat dari besarnya nama kopi yang ditanam di beberapa tempat di Sumut,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar