Ratusan Warga Terjangkit Rabies, 2 Kabupaten di Kalbar Diisolasi

Ratusan Warga Terjangkit Rabies, 2 Kabupaten di Kalbar Diisolasi

(dtc)

Selasa, 3 Februari 2015 | 18:13

detikNews - Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan Kabupaten Melawi dan Ketapang dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus rabies. Virus ini menyebar di 14 kecamatan. Saat ini sudah 185 warga terjangkit rabies akibat gigitan anjing. Sementara 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalbar Abdul Manaf yang ditemui detikcom di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2015) membenarkan serangan gigitan anjing membuat pemerintah harus mengambil tindakan. Melawi dan Ketapang ditetapkan sebagai KLB. Penetapan ini berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Keputusan ini sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1501 tahun 2010 tentang penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya.

"Rabies ini dalam pasal 4 masuk satu dari 17 penyakit menular tertentu yang mewabah. Saat ini di Provinsi Kalbar telah memiliki Komisi Provinsi Pengendalian Zoonis, sesuai tindak lanjut dari Peraturan Presiden nomor 30 tahun 2011. Komisi ini memberikan saran pendapat kepada Gubernur untuk menindaklanjuti pencegahan penyakit menular," ungkap Abdul Manaf.

Abdul Manaf menjelaskan Pemprov telah menginstruksikan seluruh bupati dan jajaran di bawahnya untuk menutup wilayah mereka dari penyebaran virus rabies. 

Melawi yang sebelumnya hanya tiga kecamatan yang terserang rabies, kini menjadi 9 dari 11 kecamatan. Sementara di Ketapang, dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan yang menjadi daerah endemis penyebaran virus rabies. 

Untuk total warga yang terserang rabies, kata Abdul Manaf, hingga saat ini mencapai 185 orang. Dengan rincian, 75 orang di Melawi, dan 110 orang di Ketapang. Sedangkan korban berjumlah 16 orang, terdiri dari 9 orang di Melawi, dan 7 orang di Ketapang.

Menyikapi hal ini, Dinas Peternakan dan Kehewanan Kalimantan Barat melakukan kerjasama dengan semua pihak dari tingkat paling bawah yakni tokoh masyarakat, kepala desa, aparat kepolisian setempat dan TNI serta instansi lain seperti Dinas Kesehatan baik melalui penyuluhan maupun dengan eliminasi.

"Saat ini seluruh korban virus rabies ini telah diberi vaksinasi. Namun dari 185 orang ini tidak semuanya divaksinasi karena jaraknya jauh terpencil dan sebagian menolak. Sedangkan untuk eleminasi penyebaran rabies ini, dengan cara membunuh 200 ekor anjing yang terinfeksi rabies," terangnya.

PemprovKalimantan Barat ini mendorong aparat desa setempat bersama tokoh masyarakat menindaklanjuti pencegahan penyebaran rabies ini dengan tidak membawa keluar dan masuknya anjing ke wilayah mereka. Pemerintah juga meminta masyarakat yang memelihara anjing untuk segera melapor ke kepala desa agar anjing peliharaannya didata untuk memudahkan pemberian vaksinasi. (try)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar