Ratusan Satwa Dilindungi Gagal Dibawa ke China

Ratusan Satwa Dilindungi Gagal Dibawa ke China

Petugas Bea Cukai Bandara Kualanamu menggagalkan pengiriman 108 ekor burung dilindungi  ke Ghuangzou, China, Selasa (22/10)

(jw/csp)

Selasa, 22 Oktober 2019 | 18:50

Analisadaily (Medan) - Petugas Bea Cukai Bandara Kualanamu menggagalkan pengiriman 108 ekor burung dilindungi yang akan dikirim ke Ghuangzou, China. Ratusan satwa tersebut langsung diserahkan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan.

"108 burung itu di antaranya 17 ekor Kacer, 8 ekor Murai Daun, 77 ekor Pleci, 3 ekor Decu, 1 ekor Murai Batu dan 2 ekor Anis," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)  Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, Selasa (22/10).

Pengiriman dilakukan dari Surabaya menggunakan jasa kargo menuju Medan dengan dilengkapi dokumen dari asal pada Rabu (16/10) lalu.

"Jadi, pada Kamis (17/10), ada tiga orang terbang dari Kualanamu dengan tujuan Ghuangzou, China transit Malaysia membawa koper melalui bagasi pesawat terbang. Pada saat pemeriksaan x-ray diketahui di dalam koper ada burung," tuturnya.

Kemudian pada Selasa (22/10) hari ini Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menyampaikan informasi terkait penggagalan pengiriman burung kepada BBKSD Sumatera Utara sekaligus menyerahkan temuan.

"Setelah kami terima. Dari 108 ekor burung, 48 ekor hidup dan 60 ekor mati. Yang hidup 11 ekor Kacer, 7 ekor Murai Daun, 24 ekor Pleci, 3 ekor Decu, 1 Murai Batu dan 2 ekor Anis," terang Hotmauli.

Kemudian, BBKSD Sumatera Utara akan melapas liarkan burung tersebut. "Hari ini juga kita telah melepas liarkan burung ke TWA Sibolngit," pangkas Hotmauli.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar