Rampo Jual Nama SBY Saat Pinjam Uang

Rampo Jual Nama SBY Saat Pinjam Uang

RH boru Simanjuntak dalam persidangan kasus penipuan dengan tersangka Ramadhan Pohan di PN Medan, Selasa (31/1)

(jw/eal)

Selasa, 31 Januari 2017 | 20:39

Analisadaily (Medan) - Sidang Ramadhan Pohan dalam kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 15,3 miliar digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (31/1).

Saksi RH boru Simanjuntak mengatakan, Ramadhan Pohan meminjam uang kepada dirinya sebesar Rp 10,8 miliar dengan menjual nama mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan seorang jenderal dari Jakarta.

"Saya percaya dan yakin memberikan pinjaman sampai puluhan miliar kepada Ramadhan Pohan karena dia bilang akan dikirim oleh SBY dan jenderal dari Jakarta uang senilai 23 miliar untuk dana Pilkada. Itu yang membuat saya yakin," kata RH boru Simanjuntak di hadapan majelis hakim.

Lebih lanjut RH boru Simanjuntak menceritakan, Linda dan Ramadhan mendesaknya untuk memberikan pinjaman karena rumah Ramadhan Pohan yang berada di Jakarta akan dijual, namun belum laku. Saksi pun percaya untuk meminjamkan uangnya kepada Ramadhan Pohan.

"Kata Linda kepada saya bahwa SBY tidak bisa datang karena anak SBY yang akan datang bernama Ibas. Saya percaya dan memberi lagi uang Rp 1,3 miliar. Kemudian pada 1 dan 3 November 2015, saya berikan uang dengan total Rp 1 miliar dan tanggal 1 bulan Desember saya kasih lagi Rp 500  juta dan saya transfer Rp 800 juta. Hingga pada akhirnya tanggal 4 saya dijemput, kemudian saya dibawa ke Posko dan saya berikan uang sebesar Rp 3 miliar sehingga total semuanya ada Rp 10,8 miliar," ucapnya.

RH boru Simanjuntak menjelaskan, keesokan harinya pukul 06.00 WIB, Ramadhan bersama istrinya dan Linda kembali datang ke rumahnya karena dia meminta jaminan untuk uang yang sudah dipinjamkan ke Ramadhan.

"Saya bilang ini sudah Rp 10,8 miliar dan Linda mengatakan kalau saya minta jaminan maka mereka gantikan kuitansi dengan cek karena lebih berharga cek ketimbang kuitansi. Saya langsung setuju sama Linda dan saya percaya dengan cek itu," jelasnya di persidangan.

Kemudian, sambungnya, Ramadhan meminta Linda menulis cek tersebut dengan nilai total Rp 10,8 miliar. RH boru Simanjuntak juga minta Ramadhan untuk menulis namanya di belakang cek yang ditulis oleh Linda.

"Saya dikasih cek dengan nilai Rp 10,8," paparnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar