Rampas Senjata Polisi, Ketua Komplotan Begal Ditembak Mati

Rampas Senjata Polisi, Ketua Komplotan Begal Ditembak Mati

Kapolsek Medan Baru, Kompol Victor Ziliwu, memaparkan kasus begal di depan ruang jenazah RS Bhayangkara, Medan, Kamis (26/10).

(jw/rzd)

Kamis, 26 Oktober 2017 | 18:56

Analisadaily (Medan) - Ketua komplotan sekaligus eksekutor pelaku kejahatan di jalanan atau begal ditembak mati oleh pihak kepolisian. Tindakan ini dilakukan karena pelaku mencoba merampas senjata petugas saat diamankan.

"Pada saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku bernama Cairul Anwar (24) di Jalan Sampul, warga Medan Baru ini sempat melawan petugas dengan merampas senjata saat dilakukan pengembangan," kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Victor Ziliwu, di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Kamis (26/10).

Victor menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan petugas atas laporan Dandi Andrian (17) warga Jalan A.H Nasution, Gang Karya April, Medan Johor. Korban melaporkan dirinya dibegal pelaku dan komplotan-nya di Jalan Sei Putih, Minggu (20/8) dini hari.

"Jadi, pelaku merupakan ketua kelompok begal. Sementara kelompok lainnya dipimpin oleh pelaku Baron, yang saat ini masih DPO. Mereka sering bergabung melakukan aksinya itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Victor menuturkan pelaku Chairul Anwar juga merupakan eksekutor terhadap para korban yang menjadi sasaran komplotan mereka. Pada saat melakukan aksinya, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam, tumpul dan dengan senjata airsoft gun.

"Pelaku tidak segan-segan melukai korbannya untuk mendapatkan hasil dari para korbannya," tuturnya.

Victor juga mengungkapkan, pelaku dan komplotan-nya sudah melakukan tindak pidana sebanyak 32 kali, dengan rincian 27 kali melakukan aksi begal dan 5 kali kasus curanmor. Terakhir, komplotan ini melakukan begal terhadap korbannya Dandi Andrian. Akibat aksi komplotan ini, korban mengalami luka tembak di bagian pipi.

"Terakhir, komplotan ini merampas sepada motor korban dan korban ditembak pelaku dengan menggunakan senjata airsoft gun yang mengenai pipinya," ungkapnya.

Polisi sudah berhasil mengamankan komplotan tersebut sebanyak tujuh orang pelaku. Dimana, dua diantaranya terdaftar sebagai DPO dan masih dalam pengejaran polisi.

Ketujuh orang yang berhasil diamankan polisi adalah Fahmi, Tengku Aditiya Hidayat, Guntur ditangkap Polsek Sunggal, Heri Fernando ditangkap Polsek Medan Barat. Pandi Syahputra, Raden Mas Dodi, Chairul Anwar, ketiganya meninggal dunia.

"Sementara dua pelaku yang masih buron masing-masing adalah Baron dan Tomi," pungkas Victor.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar