Rahmat Shah Siap Ambil Alih Pengelolaan Kebun Binatang Medan

Rahmat Shah Siap Ambil Alih Pengelolaan Kebun Binatang Medan

Rahmat Shah.

(rzd/eal)

Jumat, 7 Desember 2018 | 12:51

Analisadaily (Medan) – Rahmat Shah menegaskan siap mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Medan yang berada di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Jika nantinya kita dikasih mengelola, akan kita bagusin. Jika ada lebih di Taman Hewan Pematang Siantar akan kita tukar ke sana (Kebun Binatang Medan). Begitu juga sebaliknya,” kata Rahmat Shah, Jumat (7/12).

Dijelaskannya, untuk kebun binatang yang saat ini dikelolanya, yaitu Hewan Pematang Siantar, jauh dari Kota Medan, dan lahannya tidak sampai 5 hektare. Sedangkan Kebun Binatang Medan memiliki lahan lebih kurang 30 hektare.

“Kalau kita ambil alih, akan kita buat kereta api mini, kapal-kapal di air, ada macam-macamlah. Bus juga kita bangun di dalam. Juga permainan anak-anak yang modern. Kita pastikan orang yang akan berkunjung pasti happy, kita juga akan buat restoran yang layak,” jelasnya.

Rahmat Shah menyebut, jika bicara biaya dan akan menjadikan Kebun Binatang Medan menjadi taraf internasional, maka biaya yang dibutuhkan sekitar ratusan miliar. Jumlah itu masih biaya minimum.

“Prosesnya saat ini, saya sudah di-approve, ada dibentuk tim oleh Wali Kota Medan. Kita sudah bicara, saya siap untuk kampung halaman,” sebutnya.

Rahmat Shah membeberkan, dirinya sudah banyak dapat teguran soal kebun binatang milik pemerintah yang ada di Indonesia. Salah satu teguran dikarenakan orang luar negeri dan para penyayang binatang tidak bisa melihat, seperti binatangnya dikurung, binatangnya dan kandangnya tidak layak, juga ukuran kandang yang kecil.

“Sudah seharusnya dan sudah saatnya kesadaran kita pengelola, dan selaku lembaga konservasi. Kebun Binatang Medan lahannya bagus dan luas, tapi masih banyak keluhan, seperti orang jalan tapi lihat binatangnya sedikit. Di Taman Hewan Pematang Siantar, hewannya banyak, lahannya kecil. Jadi kita akan balance nanti jika pegang Kebun Binatang Medan,” ucapnya.

Rahmat Shah mengungkapkan, jika nantinya diberi amanah mengelola dan mengambil alih Kebun Binatang Medan, langkah awal yang akan dilakukannya adalah penghijauan terlebih dahulu, kemudian pengairan, dan kesehatan satwa. Sebab karena jika satwa tidak sehat bisa membawa penyakit.

“Kita cek dulu kesehatan satwa di lab, dan lab-nya kita bagusi bertahap. Nanti ada proses program yang segera, lanjutan, kemudian jangka panjang. Seperti Taman Hewan Pematang Siantar ini, karena dananya akan besar. Untuk hewan, kita sambil kerja, hewan juga lestari, hewan tidak bisa terkejut,” ungkapnya.

Diterangkan Rahmat Shah, biasayanya sistem kontrak dalam suatu pengelolaan maupun kerja sama berdurasi 30 tahun. Untuk Taman Hewan Pematang Siantar, Rahmat Shah sudah sekitar 20-an mengelola.

“Saya awal-awal mengelola Taman Hewan Pematang Siantar di zaman Pak Abu Anifah jadi Wali Kota Siantar. Saya kalau mengelola sesuatu berdasarkan keikhlasan, kalau tujuan kita baik dan mulia, tuhan akan kasih jalan,” ujarnya.

Rahmat Shah juga menegaskan, saat ini di bawah Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia, ada sebanyak 58 kebun binatang. Dirinya berencana membuat Kebun Binatang Medan menjadi salah satu kebun binatang terbaik di Indonesia, dengan standar nasional dan internasional.

“Itu saya tegaskan, Kebun Binatang Medan akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” tegas Rahmat Shah, yang juga Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia.

(rzd/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar