Radius 1KM dari Kawah Gunung Bromo Aman Dikunjungi

Radius 1KM dari Kawah Gunung Bromo Aman Dikunjungi

Tempat berjualan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Bromo (BNPB/SutopoPurwoNugroho)

(rel/csp)

Selasa, 19 Maret 2019 | 20:53

Analisadaily (Malang) - Hampir setiap hari Gunung Bromo mengalami erupsi secara fluktuatif, tapi aktivitas vulkanik belum membahayakan. Erupsi hanya menyemburkan abu vulkanik dan pasir, bukan kerikil atau lava pijar.

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 900 - 1.500 meter. Hujan abu dan terdengar suara gemuruh dan dentuman dari kawah, Selasa (19/3)  pukul 06.00 -12.00 WIB terjadi 5 kali letusan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, sebelumnya, Senin (18/3) pukul 00.00-24.00 WIB, terjadi 28 kali letusan dengan amplituda 25-34 mm selama 17-889 detik.

Tremor menerus amplitudo 0,5 - 30 mm, dominan 2 mm. Tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga 1.500 meter. Asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat. Berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Meski hampir setiap hari erupsi, status Gunung Bromo tetap Waspada. Masyarakat di sekitarnya dan pengujung/wisatawan/pendaki agar tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif.

“Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo dihimbau menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik,” kata Sutopo melalui pesan Whatsapp sebagaimana informasi yang diterima Analisadaily.com, Selasa (19/3).

PVMBG terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik. BPBD sekitar Gunung Bromo, seperti BPBD Malang, BPBD Pasuruan, BPBD Lumajang, dan BPBD Probolinggo melakukan langkah-langkah antisipasi jika ada peningkatan status. BPBD membagikan masker kepada pengunjung.

Aktivitas wisata di Gunung Bromo berjalan normal. Sebaran abu vulkanik juga belum mengganggu jalur penerbangan sehingga Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tetap beroperasi normal.

“Masyarakat tidak perlu takut dengan erupsi. Justru dapat menikmati erupsi yang tidak ditemukan di semua gunung. Di balik erupsi sesungguhnya banyak berkah. Apalagi kemarin terjadi aliran permukaan menyerupai sungai yang melintas Lautan Pasir Bromo,” ujarnya.

Hujan yang turun di sebelah barat dari puncak Gunung Bromo di daerah Pasuruan kemudian mengalir ke melintasi Lautan Pasir di kawasan Gunung Bromo hingga meresap di ke dalam Lautan Pasir Bromo.

“Jadi, wisata di Gunung Bromo tetap aman. Jangan takut atau khawatir dengan adanya erupsi. Bromo tetap menawan dan menyimpan penuh kenangan,” tuturnya.

(rel/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar