PWI Sumut Bertemu PKMM Negeri Perak

Indonesia-Malaysia Harus Maju Bersama

PWI Sumut Bertemu PKMM Negeri Perak

Ketua PWI Sumut H Hermansjah foto bersama rombongan PWI Sumut dan Persatuan Kontraktor Perak

(hers/eal)

Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:44

Analisadaily (Malaysia) - Untuk menjadi bangsa yang maju dan besar, Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun harus bangkit dan bergerak bersama-sama sekuat tenaga dan saling tolong-menolong dalam membangun negeri.

Hal itu dikemukakan Datuk Wira Haji Jamaluddin bin Haji Abdul Rahim selaku Pembina Persatuan Kontraktor Melayu Malaysia Negeri Perak dalam pertemuan keakraban Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan Pengurus Persatuan Kontraktor Melayu Malaysia (PKMM) Negeri Perak di Gedung PKMM, Jalan Meru Bestari Ipoh, Kamis (18/10).

Hadir langsung Ketua PWI Sumut, H. Hermansjah serta para pengurus PKMM Negeri Perak dan Ketua Pengurus Media Negeri Perak, H. Rusli Mansur.

Lebih lanjut dikatakan Datuk Wira Jamaluddin, bangsa pribumi jangan jadi musafir di negeri sendiri. Bangsa pribumi harus maju bersama warga lainnya. Untuk itu dibutuhkan kerja keras, saling membantu antar sesama, tidak saling dengki tapi saling menolong.

Sementara Rusli Mansur dalam sambutan mengatakan, Negeri Perak merupakan negeri keempat terbesar di Semenanjung Malaysia. Dia berharap ada hubungan lanjutan antara wartawan Negeri Perak dengan wartawan Sumut. Dapat saling mempromosikan keelokan negeri untuk kemajuan pariwisata kedua daerah.

Tingkatkan Investasi

Harapan senada disampaikan Ketua PWI Sumut, H. Hermansjah. Dia mengajak kontraktor Negeri Perak dapat melakukan investasi di Sumatera Utara sebagaimana harapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

Herman juga mengingatkan wartawan tidak terlepas keikutsertaannya sebagai pejuang kemerdekaan di antaranya Tan Malaka.

"Dan wartawan masa kini juga harus menjadi agen kemajuan pembangunan bagi daerahnya", kata Herman seraya mengajak wartawan Negeri Perak bisa datang lagi ke Sumut untuk melihat perkembangan penataan kawasan Danau Toba sebagai wisata kaldera warisan dunia.

Dalam kesempatan terpisah menjawab pertanyaan wartawan TV3 Malaysia Min, Hermansjah menjelaskan kerjasama dengan media setempat bisa dalam bentuk pertukaran berita peristiwa antara dua daerah dan saling bertukar informasi terkait kemajuan pers.

(hers/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar