Pukulkan Tongkat, Kakek Tunanetra Berurusan Dengan Polisi

Pukulkan Tongkat, Kakek Tunanetra Berurusan Dengan Polisi

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/csp)

Kamis, 7 Maret 2019 | 17:43

Analisadaily (Kisaran) - Seorang kakek tunanetra dan tunarungu terpaksa berurusan dengan polisi karena dilaporkan pada 18 Desember 2018 lalu setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap tetangganya.

Dari informasi yang diperoleh, pria berusia 75 tahun berinisial PS itu merupakan warga Panca Arya Kisaran, Asahan.

Permasalahan ini berawal saat PS berjalan di sekitar rumahnya dengan menggunakan tongkat kayu. Ketika ia berada di pinggiran tanaman pagar milik tetangganya, ia langsung dilarang H, istri pemilik rumah agar tidak mencongkel tanah dan merusak bunga.

Namun, PS tetap meraba-raba tanaman. Suami H, JN, tidak terima dan mendorong PS hingga tersungkur sehingga membuat tongkat yang dipegangnya patah.

Merasa disakiti, PS kemudian melawan dan memukulkan tongkatnya ke arah tetangganya tersebut. Tongkat PS mengenai wajah tetangganya, persis di bawah bola mata. Warga yang melihat kejadian itu kemudian melerai.

Atas kejadian ini, tetangganya yang sudah terluka akibat tongkat PS kemudian melaporkan ke Polres Asahan. Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

"Kasus ini bukan kasus pengrusakan lahan, tapi kasus penganiayaan. Jadi, PS kita tetapkan sebagai tersangka, tapi tidak kita lakukan penahanan. Kita sudah coba lakukan mediasi terhadap keluarga. Kan gak mungkin kita tahan apalagi sudah lanjut usia dan tunanetra," kata Faisal kepada Analisadaily.com, Kamis (7/3).

Menurut Faisal, unsur penganiayaan memang ada. Tetapi tidak tertutup kemungkinan, karena PS tidak melihat korban sehingga tongkatnya mengenai korban.

"Kita sudah lakukan upaya perdamaian untuk berdamai. Karena ini kan sama-sama keluarga juga. Kita masih melakukan mediasi terhadap pelapor dengan terlapor," ujarnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar