Program Membaca, Siswa Kelas 1 Baca 127 Buku

Program Membaca, Siswa Kelas 1 Baca 127 Buku

Aathifah Farah Nabin Nasution menunjukkan judul-judul buku yang sudah dibaca dalam waktu satu semester, Rabu (26/4)

(dgh/csp)

Rabu, 26 April 2017 | 17:42

Analisadaily (Medan) - Di tengah minimnya minat membaca masyarakat Indonesia, seorang siswa asal SD Negeri 112134 Rantau Prapat, Labuhan Batu hadir memberikan inspirasi. Siswa bernama Aathifah Farah Nabin Nasution sudah membaca ratusan buku hanya dalam satu sementer. 

"Aathifah Farah Nabin Nasution yang masih duduk di kelas 1 sudah membaca 127 judul buku dalam satu semester. Ini luar biasa,” kata juru bicara USAID PRIORITAS Sumut, Erix Hutasoit di Medan, Rabu (26/4).

Erix mengatakan, Program Membaca SD Negeri 112134 Rantauprapat merupakan hasil dari pelatihan Modul 3 yang dikembangkan USAID PRIROITAS. Dalam pelatihan tersebut, kepala sekolah dan guru dilatih mendesain program membaca berdasarkan ciri khas daerah masing-masing.

”Di SD ini program membaca dikembangkan dengan membangun kerjasama antara sekolah dan orangtua,” tambahnya.

Kerjasama antara sekolah dan orangtua diwujudkan melalui buku penghubung. Buku berisi catatan judul-judul buku yang sudah dibaca anak ketika di rumah. Setiap hari orangtua wajib mengawasi anaknya membaca buku selama 30 menit.

Setelah itu orangtua menulis judul buku yang dibaca anak lalu menekennya. Buku yang sudah diteken orangtua wajib dibawa ke sekolah untuk diperiksa wali kelas. Wali kelaspun wajib membubuhkan tanda-tangan sebagai tanda pengesahan.

“Jadi membaca tidak cuma di sekolah, di rumah juga,” ujarnya.

Aathifah Nasution mengaku suka membaca buku cerita setiap hari. Terkadang Aathifah membaca lebih dari satu judul buku. “Pernah membaca 6 buku dalam dua hari,” terangnya.

Buku favorit Aathifah berjudul Barbie and Three Musketeer. Dia membaca buku ini  pada 15 September 2016. Dalam ceritanya, Aathifah  mengatakan, buku itu bercerita tentang putri-putri cantik yang berlatih bela diri. “Mereka berlatih bela diri untuk menjaga diri, karena si putri cantik itu tidak memiliki pengawal yang tangguh,” ucap Aathifah.

Siswa SD SDN 112134 Rantau Prapat, Labuhan Batu menunjukkan buku penghubung yang mereka miliki

Siswa SD SDN 112134 Rantau Prapat, Labuhan Batu menunjukkan buku penghubung yang mereka miliki

Membaca dan menulis buku penghubung bukan hanya kegiatan wajib bagi Aathifah. Tapi bagi semua siswa di SDN 112134 Rantauprapat. Buku penghubung harus diberikan siswa kepada guru setiap hari. ”Lewat buku ini guru bisa mengetahui aktivitas siswa di rumah. Bisa tahu buku apa yang dibaca,” kata Aathifah.

Labuhan Batu merupakan kabupaten pertama di Sumut yang mendeklarasikan diri sebagai kabupaten literasi. Dengan dukungan USAID PRIORITAS, program membaca telah menjangkau seluruh sekolah di Labuhan Batu. Atas komitmen ini, kabupaten mendapat Anugerah Literasi Prioritas dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Labuhan Batu, Pangonal Harahap di Jakarta pada Maret 2017.

(dgh/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar