Presiden Sudah Berlari Tapi DPR Masih 'Berkelahi'

Presiden Sudah Berlari Tapi DPR Masih 'Berkelahi'

(dtc)

Rabu, 5 November 2014 | 10:19

detikNewsJakarta - Presiden, Wakil Presiden dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dilantik dalam waktu yang berbeda, namun tak berselang lama. Anggota DPR dilantik pada 1 Oktober 2014. Dua puluh hari kemudian pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla dilantik
sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Presiden dan Wakil Presiden sebagai eksekutif, serta anggota DPR selaku legislatif sama-sama produk pemilihan langsung oleh rakyat. Namun dua lembaga itu rupanya memiliki kecepatan bekerja yang berbeda.

Presiden Jokowi setelah melantik jajaran kabinetnya pada Senin (27/10/2014) langsung meminta para menterinya bekerja. Dia pun seolah bekerja sambil berlari. Meski pemerintahan baru berusia belasan hari Presiden Jokowi sudah melakukan sejumlah gebrakan.

Di hari ke sembilan menjabat, Jokowi mengunjungi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kepada korban dan keluarganya, Presiden membagikan tiga 'kartu sakti' yakni Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahatera.

Enam hari kemudian Presiden Jokowi meluncurkan tiga 'kartu sakti' itu di Jakarta. Untuk tahap awal, ditargetkan sampai akhir Desember tahun ini pembagian tiga kartu tersebut sudah merata di 19 kota di 9 provinsi.

Di saat pemerintahan sudah 'berlari', legislator di gedung DPR justru sibuk 'berkelahi'. Legislator kini terbelah dalam dua kubu yakni, Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.

Kubu Koalisi Merah Putih menyapu bersih semua pimpinan DPR, pimpinan MPR dan pimpinan alat kelengkapan DPR. Tak puas dengan mekanisme dan hasil tersebut pada Rabu (29/10/2014) lalu, kubu Koalisi Indonesia Hebat membentuk pimpinan DPR tandingan.

Perseteruan dua kubu pun terus meruncing, tanpa jelas batas waktu penyelesaianya. Apabila konflik dua kubu tak bisa diakhiri dipastikan kinerja DPR tak bakal maksimal.

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menargetkan penyelesaian konflik internal di Senayan harus secepatnya diselesaikan. Tujuannya agar bisa mengikuti ritme kerja yang sudah dijalankan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Politisi Partai Demokrat itu berharap dalam minggu ini konflik antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih bisa diselesaikan. Kalau konflik bisa selesai minggu ini, menurutnya itu suatu kemajuan.

"Insya Allah, insya Allah (selesai). Seperti ini kan bisa secepatnya. Kalau minggu ini bisa selesai ya Alhamdulillah," kata Agus di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Lantas, apakah titik temu apa yang dimaksud berupa tawar menawar pimpinan alat kelengkapan dewan hingga adanya pengocokan ulang ketua komisi? Agus enggan membeberkannya. Namun, yang pasti kata dia, komunikasi antara dua petinggi KIH dan KMP harus bisa saling memahami.

 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar