Presiden Jokowi Resmikan Bandara Silangit Dengan Bahasa Batak

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Silangit Dengan Bahasa Batak

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan sejumlah menteri meresmikan Bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Jumat (24/11)

(jw/eal)

Jumat, 24 November 2017 | 16:13

Analisadaily (Tapanuli Utara) - Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan sejumlah menteri kabinet kerja meresmikan Bandar Udara (Bandara) Internasional Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Jumat (24/11).

Bandara Internasional Silangit kini memiliki landasan pacu dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 meter sehingga pesawat jenis Boeing 737 bisa mendarat.

Peresmian ditandai dengan pelepasan burung merpati sembari Presiden Joko Widodo melafaskan kalimat berbahasa batak.

"Bukama pintu, Bukama harbangan. Ai Nunga rade labuan, ni hapal habang Internasional. Pidong na habang, sarma barita on tu luat portibi. Dengan mengucapkan Bismmillahirahmanirahim saya nyatakan Bandara Internasional Silangit resmi dibuka," ujar Presiden Jokowi diiringi bunyi gondang batak.

Makna yang disampaikan presiden saat meresmikan bandara tersebut adalah "Bukalah pintu,  bukalah gerbang, karena sudah siap pelabuhan, kapal terbang internasional. Burung yang terbang, maka tersebarlah berita ini hingga ke luar negeri."

Selanjutnya Presiden didampingi Gubsu, Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN memukul gondang dan menandatangani prasasti.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan, Bandara Internasional Silangit akan menjadi gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas dalam pelestarian adat batak, serta gerbang untuk marsipature hutanabe.

"Gerbang untuk membangun kampung halaman dan terutama gerbang untuk menuju peningkatan kemakmuran serta kesejahteraan seluruh masyarakat batak," seru Jokowi.

Di akhir pidatonya, Joko Widodo mengingatkan Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN agar memperpanjang runway Bandara Internasional Silangit sekaligus memperluas terminalnya.

"Saya minta runway-nya diperpanjang lagi dari 2.650 menjadi 3.000 meter agar pesawat ber-body paling besar bisa masuk Silangit, paling lambat 2020. Terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10.000 meter persegi," imbau Jokowi.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya giat membangun bandara sejalan dengan meningkatnya tren jumlah penumpang udara. Pada tahun 2015 berjumlah 90 juta penumpang, sementara tahun 2019 diprediksi mencapai 162 juta penumpang.

"Silangit sebelumnya adalah bandara perintis dengan panjang runway 1.850 meter dan lebar 30 meter. Saat ini panjang runway mencapai 2.650 meter dengan lebar 45 meter. Saat ini Silangit sudah bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 sehingga diharapkan bisa menjaring wisatawan asal Hongkong, Taiwan, India dan Cina bagian Selatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, pada 25 Oktober 2017 lalu sudah dilakukan penerbangan perdana dai Singapura ke Silangit oleh Menteri Pariwisata dan Menko Kemaritiman. Awalnya penerbangan Singapura-Silangit melalui sistem carter dengan jumlah 10 penerbangan.

"Luar biasa sekarang sudah terjual 90% dan nearly sold out. Dalam waktu tiga bulan sudah menjadi permanen," pungkasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar