Presiden Jokowi Instruksikan Pihak Terkait Antisipasi Karhutla

Presiden Jokowi Instruksikan Pihak Terkait Antisipasi Karhutla

Gambar udara menunjukkan kebakaran lahan di Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis (Jakarta Post/Asia One)

Senin, 23 Januari 2017 | 22:33

Analisadaily - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menginstruksikan pihak terkait untuk menyusun rencana awal mengatasi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Instruksi dilakukan setelah sejumlah hot spot muncul di berbagai daerah dalam dua minggu terakhir.

Berdasarkan perkiraan, musim kemarau akan terjadi pada akhir Januari. Melihat kondisi itu, Jokowi memperingatkan semua pemangku kepentingan menghadiri pertemuan koordinasi pencegahan Karhutla di Istana Negara.

Presiden enggan peristiwa pada 2015 terulang. Saat itu kegagalan mengantisipasi kemunculan hot spot menjadi salah satu penyebab kebakaran hutan hingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 220 triliun.

"Kami harus mengantisipasi segala kemungkinan agar tidak terulang seperti tahun 2015," kata Jokowi, seperti dilansir dari Asia One, Senin (23/1).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia, Wiranto, melaporkan kemajuan yang dibuat oleh pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2016.

Disebutkan, jumlah hot spot pada tahun 2016 mengalami penurunan hingga 82,14 persen menurut satelit National Oceanic and Atmospheric Administration NOAA, dan hingga 94,58 persen menurut Terra and Aqua satelit.

Pada tahun 2015, total 2,6 juta hektare lahan dan hutan terbakar. Angka tersebut menurun pada tahun 2016 menjadi 438.360 hektare, sebagian berkat fenomena cuaca La Nina yang diperpanjang musim hujan di sejumlah daerah.

"Pada 2015, status darurat 151 hari, sedangkan pada tahun 2016 angka tersebut menurun menjadi nol. Ini merupakan prestasi yang sangat baik," kata Wiranto.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar