Presiden Jokowi Diminta Melihat Kerusakan Jalan KL Yos Sudarso Medan

Presiden Jokowi Diminta Melihat Kerusakan Jalan KL Yos Sudarso Medan

Warga yang dikoordinir Saharuddin Medan Utara menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (12/10).

(rel/rzp)

Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:51

Analisadaily (Medan) - Kerusakan Jalan KL Yos Sudarso Medan mengundang keprihatinan warga. Berstatus jalan nasional, Jalan KL Yos Sudarso kondisinya sungguh memprihatinkan.

Atas hal itu, sejumlah warga yang dikoordinir Saharuddin Medan Utara menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (12/10), di seputaran jalan rusak, tepatnya di Simpang Kantor, Jalan KL Yos Sudarso Medan.

“Aksi keprihatinan ini kami gelar untuk mendorong agar Balai Jalan Nasional dan Dinas Bina Marga Provinsi Sumut segera memprioritaskan perbaikan 100-an meter Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kantor, Medan Labuhan, yang menyambung dengan akses Jalan Titi Pahlawan,” kata Saharuddin.

Menurutnya, ada situasi yang cukup paradox alias berbalik ketika Presiden Jokowi direncanakan akan meresmikan Jalan Tol Medan-Tebingtinggi, akan tetapi ditemukan jalan yang cukup vital yang kondisinya terkesan tak diperhatikan.

“Sebagai akses penting bagi ekonomi warga, jalan ini terkesan dibiarkan kupak-kapik cukup lama. Sebaiknya Bapak Jokowi diagendakan saja meninjau jalan nasional itu, agar pihak yang berwenang dengan segala keterpaksaannya membereskan jalan itu,” ucap Saharuddin.

Dia juga mendesak ada evaluasi jajaran SKPD Pemprovsu yang menangani persoalan infrastruktur jalan.

Spanduk bertuliskan permintaan kepada Presiden Jokowi.

Spanduk bertuliskan permintaan kepada Presiden Jokowi.

“Belum lagi kalau kita kaitkan dengan Jargon Sumut Paten dan kondisi infrastruktur di Sumut yang remuk. Kiranya Gubernur Sumut segera saja mengevaluasi Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi,” terang Saharuddin.

Menurutnya lagi, meskipun Jalan KL Yos Sudarso menjadi tanggungjawab Satuan Kerja Balai Jalan Nasional secara teknis, namun Pemko Medan dan Pemprovsu tidak boleh diam.

“Apalagi Wali Kota Medan yang baru menerima Award sebagai Kota Terbaik. Harusnya punya malu dengan warganya, karena kenyataan yang dirasakan warga justru berbeda,” tandas Saharuddin.

(rel/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar