Presiden Jokowi Apresiasi Pameran Produk WBP di Trade Expo Indonesia

Presiden Jokowi Apresiasi Pameran Produk WBP di Trade Expo Indonesia

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Latkerpro), Harun Sulianto menyambut Presiden Jokowi di stan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) melihat  produk unggulan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di acara pameran Trade Expo Indonesia ke-32, Rabu (11/10)

(rzp/csp)

Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:57

Analisadaily (Jakarta) - Presiden Joko Widodo mengunjungi stan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memajang produk unggulan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas maupun Rutan se-Indonesia di Trade Expo Indonesia ke-32, di Indonesia Convention Exhibition BSD City Tanggerang Selatan.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Latkerpro), Harun Sulianto, yang menyambut Presiden di stan Ditjen PAS mengatakan, Presiden memberikan apresiasi atas pameran produk-produk WBP dan sempat bertanya tentang beberapa produk tersebut.

Harun pun menjelaskan satu persatu karya milik WBP di stan Ditjen PAS. Di antaranya adalah jeera bag, produk tas karya WBP Rutan Kelas I Cipinang yang sudah diekspor ke Timur Tengah, lalu ada kursi malas berbahan anyaman plastik karya WBP Lapas Narkotika Cirebon yang diekspor ke Jerman, Prancis, dan Timur Tengah. Ada juga meubelair karya WBP Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong yang diekspor ke Eropa.

Batik tulis karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terpidana mati Mary Jane asal Filipina asal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Yogjakarta.

Batik tulis karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terpidana mati Mary Jane asal Filipina asal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Yogjakarta.

Kemudian ada produk karya napi di Lapas Kelas IIA Pontianak yang membuat tikar kayu, yang juga sudah diekspor ke Malaysia, dan produk karya WBP Lapas Kelas IIB Banyuwangi mengekspor kerajinan kayu dan alat makanan ke Jepang dan Korea Selatan.

"Ada 25 Lapas mengikuti pameran dan 11 Lapas produk karya WBP nya sudah diekspor ke luar negeri," katanya, Rabu (11/10).

Selain itu, Harun menambahkan, Presiden juga menyalami barista asal Rutan Kelas I Cipinang saat melihat produk kopi dalam acara pameran Trade Expo Indonesia ke-32. Bahkan, bertanya beberapa hal kepada para barista.

"Semisal, bagaimana proses pelatihan menjadi barista dan trik membuat kopi yang enak dalam wadah Jeera Fondation di Rutan Cipinang," ucap Harun menirukan Presiden Jokowi.

Harun Sulianto menjelaskan, acara pameran Trade Expo Indonesia ke-32 yang ditaksir dikunjungi sebanyak 1.000 pembeli yang berasal dari 62 delegasi negara mengalami peningkatan jumlah stan, yaitu sebanyak 105 stan termasuk diikuti oleh Ditjen PAS.

Kemudian diharapkan karya unggulan WBP atas pembinaan Ditjen PAS dapat mengikuti selera pasar. Tiap produk karya WBP harus memperhatikan desain kreatif dan inovatif. Sekaligus mengikuti perkembangan jaman dengan dipasarkan secara online.

"Kami sedang menuju bagaimana cara memiliki aplikasi Pemasyarakatan Online. Dan meningkatkan jumlah negara yang menerima produk karya WBP yang akan diekspor," tambahnya.

Adapun berhasilnya digelar pameran produk-produk karya WBP di Lapas maupun Rutan se-Indonesia di Trade Expo Indonesia ke-32 karena bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan.

Hal ini bermula saat Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita  melihat Dirjen PAS menggelar beberapa karya-karya WBP di Terminal III Soekarno-Hatta. Menteri Perdagangan pun tertarik untuk mengikutsertakan karya WBP di acara pameran Trade Expo Indonesia ke-32.

"Pak Enggar menghubungi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan untuk mengajak Ditjen PAS memindahkan pameran karya produk WBP Lapas maupun Rutan se-Indonesia ke acara Trade Expo Indonesia ke-32," ujar Harun.

Menteri Perdagangan dalam sambutannya menjelaskan, acara Trade Expo Indonesia ke-32 tidak seperti biasanya. Sebab  dipamerkan produk unggulan karya WBP. Harun menjelaskan, seperti karya ekslusif batik tulis bermotif burung cendrawasih milik WBP Mary Jane Fiesta Veloso terpidana mati wanita asal Filipina, menghuni Lapas Perempuan Yogjakarta.

Dan karya kaligrafis milik WBP teroris Lapas Semarang dan Lapas Madiun. "Pameran kali ini berbeda dengan Trade Expo Indonesia sebelumnya karena ada anjungan produk unggulan napi," tutur Enggartiasto Lukita.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar