Polsek Brandan Gagalkan 18 Kg Ganja Tujuan Jatim

Polsek Brandan Gagalkan 18 Kg Ganja Tujuan Jatim

Pelaku (duduk) diamankan di Mapolsek Pangkalan Brandan, Jumat (6/10)

(hpg/eal)

Jumat, 6 Oktober 2017 | 21:30

Analisadaily (Langkat) - Polsek Pangkalan Brandan menggagalkan pasokan narkoba antar provinsi dan menyita barang bukti sebanyak 18 bal atau sekitar 18 kilogram ganja kering dari seorang penumpang bus umum Simpati Star BL-7556-AA, Jumat (6/10).

Tersangka EH alias Eko (36) warga RT 01 Desa Begal Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, ditangkap saat petugas menggelar sweeping guna mengantisipasi melintasnya narkoba di depan Pos Lantas Bukit Satu Polsek Pangkalan Brandan, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.

Selain itu petugas juga menyita barang bukti dua HP, tas ransel dan kardus yang digunakan tersangka untuk menyimpan ganja kering tersebut. Kini pelaku sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Pangkalan Brandan.

Awalnya petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada salah seorang penumpang menggunakan bus angkutan umum dari Aceh menuju Medan diduga kuat membawa narkotika jenis ganja.

Kemudian personel Polsek Pangkalan Brandan bersama Satuan Lalu lintas melakukan razia di lokasi tersebut. Saat kendaraan itu melintas, petugas langsung menghentikannya dan meminta kepada sopir agar memeriksa seluruh penumpang serta barang bawaan yang ada di dalam.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang, petugas menemukan pria mencurigakan di dalam bus tersebut yang duduk di bangku nomor 21 dan membawa tas ransel berisi 3 bal daun ganja kering yang dibungkus dengan alumunium foil.

Selanjutnya petugas menanyakan kepada tersangka dimana lagi menyimpan ganja lainnya. Penumpang tersebut mengakui ada sekitar 15 bal daun ganja kering yang dimasukan ke kotak kardus dan diletakkan dalam bagasi sebelah kiri bus.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP J.M. Sitompul, ketika dikonfirmasi Analisadaily.com, membenarkan penangkapan tersebut

Berdasarkan keterangan kepada petugas, tersangka yang mengaku sebagai kurir dijanjikan upah sebesar Rp18 juta jika berhasil mengantarkan ganja yang dibawanya.

Barang bukti 18 bal ganja yang diamankan petugas

Barang bukti 18 bal ganja yang diamankan petugas

"Kurirnya mengaku saat diinterogasi, akan memperoleh upah mengantarnya sebesar Rp1 juta untuk setiap bal. Namun saya tidak percaya, karena kita menemukan buku tabungan atas nama tersangka yang berisi uang puluhan juta," ujar Kapolsek.

"Saya menduga ganja ini mau dibawa tersangka ke Pulau Jawa dan disana akan dijualnya karena dia mengaku belum menerima uang panjar sebagai upah jalan, padahal uangnya banyak di dalam buku tabungannya," sambung Kapolsek.

"Saya menduga ini akal-akalan tersangka yang mengaku sebagai kurir agar meringankan hukumannya. Padahal dia memiliki uang sekitar Rp20 jutaan di dalam buku tabungannya. Bisa saja dia membawa ganja ini ke daerah tempat tinggalnya dan akan menjualnya disana," pungkas mantan Panit 2 Unit 1 Subdid 2 Ditreskrimsus Polda Sumut itu.

(hpg/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar