Polsek Aek Natas Lamban Tangani Kasus Penganiayaan

Polsek Aek Natas Lamban Tangani Kasus Penganiayaan

Taufiq Rohman Hasibuan memegang surat aduan ke polisi atas kasus penganiayaan yang dialaminya

(rel/eal)

Senin, 17 Juli 2017 | 21:25

Analisadaily (Labura) - Seorang korban kasus penganiayaan, Taufiq Rohman Hasibuan (23), mengaku kecewa dengan lambatnya proses hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Aek Natas, Labuhanbatu Utara.

Sebab hingga kini, kasus penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (24/6) atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah oleh pelaku AS (55), belum menemui kejelasan secara hukum.

Menurut korban, dirinya sudah mengadukan kasus tersebut ke Polsek Aek Natas ditemani dua orang saksi, yakni Isnen Harahap dan Syafwan Hayat.

"Saya sudah di BAP oleh polisi di Polsek Aek Natas hari Kamis (6/7). Namun hingga kini belum ada kejelasan tentang kasus yang saya alami," keluh Taufiq, Senin (17/7).

Taufiq menjelaskan, penganiayaan tersebut berawal dari persoalan batas tanah dengan tetangganya yang sedang membangun rumah. Namun masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Pelaku yang tidak terlibat dalam persoalan batas tanah, tiba-tiba datang menganiaya korban karena tidak senang dengan kesepakatan yang dibuat antara korban dan tetangganya.

"Ketika kesepakatan batas tanah sudah dibuat dengan tetangga yang sedang membangun rumah, malah pelaku yang sebelumnya tidak ada masalah dengan saya mengamuk dan merusak batas tanah yang sudah dibuat. Dia memukul saya karena keberatan dengan batas yang telah dibuat, padahal sebelumnya tidak ada masalah dengannya," papar Taufiq.

Taufiq berharap agar pihak kepolisian di Polsek Aek Natas bertindak cepat dalam menangani kasus penganiayaan yang dialaminya.

"Saya berharap polisi bertindak cepat dalam kasus pemukulan terhadap saya agar dia tidak seenaknya saja memukuli orang," tandasnya.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar