Polresta Medan Tangkap 1218 Tersangka

Polresta Medan Tangkap 1218 Tersangka

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono, menginterogasi tersangka di halaman Mapolresta, Senin (15/6).

(hen/ln)

Senin, 15 Juni 2015 | 17:02

Analisadaily (Medan) - Polresta Medan dan jajarannya menangkap 1218 tersangka yang terlibat berbagai kasus tindak pidana. Penangkapan tersebut sebagai tindaklanjut program 100 hari Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti.

"Jumlah 1218 tersebut berasal dari berbagai kasus menonjol yang menjadi atensi pimpinan untuk diberantas, guna memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," ujar‎ Kapolresta Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono dan Kabag Ops Kompol Hamam Wahyudi, Senin (15/6) petang.

Dijabarkan Kapolresta, kasus premanisme ada 48 kasus dan dibekuk 104 tersangka, perjudian 7 kasus dengan 31 pelaku, pornografi 1 kasus dan 1 tersangka, minuman keras (miras) 20 kasus dan dibekuk 20 pelaku serta prostitusi 1 kasus dengan 5 tersangka. Khusus perjudian, ratusan mesin judi jakcpot disita dari penggrebekan di Kampung Kubur dan seluruhnya akan dimusnahkan.

Pengungkapan kasus 3 C (curas, curat dan curanmor), sambungnya, paling menjadi atensi pimpinan untuk ditindaklanjuti serta menangkap para tersangkanya.

"Curas ada 282 kasus dan diselesaikan 171 serta membekuk 232 pelaku, curat 754 kasus diselesaikan 473 dengan 510 pelaku dan curanmor 961 kasus kemudian selesai 318 serta mengamankan 315 orang," bebernya.

Kemudian, lanjutnya, narkoba tercatat 249 kasus dan petugas kepolisian menangkap 362 tersangka. Dari situ, disita barang bukti berupa 3,8 Kg sabu-sabu, 1090 pil ekstasi, 28 Kg ganja kering siap edar dan 58 butir pil happy five.‎

Masih kata Kapolresta, dari seluruh kasus yang ada, pihaknya bisa mengungkap 71 persen. Dengan demikian jauh lebih besar pengungkapan dibanding yang belum. Ke depan, sambungnya, diharap bisa lebih ditingkatkan.

Sementara itu, kasus alat kesehatan (alkes) dr. Pirngadi juga sudah ditetapkan 3 orang tersangka.

"Berdasarkan koordinasi dengan pihak kejaksaan, berita acara pemeriksaan (BAP) sudah lengkap (P-21). Berarti penyidik tinggal menyerahkan tersangkanya," ujar Kapolresta.

Disinggung persiapan menghadapi bulan suci Ramadhan, mantan Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Wadir Krimum) Polda Metro Jaya tersebut menguraikan, pihaknya sudah melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat).

Melalui operasi itu, tambahnya, semoga menjaga Kamtibmas di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Petugas kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberi rasa aman, misalnya menggelar razia kebut-kebutan, asmara subuh dan petasan.

"Kami juga meminta tokoh agama dan masyarakat memberi pemahaman agar tidak kebut-kebutan, bermain petasan atau asmara subuh. Dengan demikian, umat yang menjalankan ibadah puasa bisa lebih khusyuk," pungkasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kasus perampokan Toko Emas Suranta, Kapolresta menyebutkan seorang penadahnya sudah dibekuk. Tetapi seseorang diduga pelakunya yang ditangkap Polda Metro Jaya, tidak mengakui tindak kejahatan tersebut.

(hen/ln)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar