Polres Taput Beberkan Penyebab Pembunuhan Kristina Lasmatiar

Polres Taput Beberkan Penyebab Pembunuhan Kristina Lasmatiar

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Sutomo MS saat memaparkan peristiwa pembunuhan di Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Jumat (9/8)

(jw/csp)

Jumat, 9 Agustus 2019 | 12:56

Analisadaily (Tarutung) – Motif pembunuhan Kristina Lasmatiar br Gultom (20) di Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (5/8) pukul 08.30 WIB, akhirnya terungkap.

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Sutomo MS mengatakan, tersangka bernama Rinto Hutapea (36) merupakan tetangga korban. Pelaku sebenarnya sudah diamankan tidak lama setelah jenazah korban ditemukan.

“Tapi kita harus mengumpulkan bukti-bukti agar bisa menjerat pelaku," kata Aiptu Sutomo, Jumat (9/8).

Berdasarkan keterangan sementara pelaku, ia nekad melakukan tindakan tidak manusiawinya pada wanita itu, karena dilatarbelakangi unsur sakit hati, usai dimaki dan diludahi.

"Ketika itu korban tengah berjalan di perladangan Sitolu-tolu. Saat pelaku melintas dan mengajak korban boncengan. Korban menolak, bahkan memaki-maki hingga meludahi tersangka," jelas Aiptu Sutomo.

Kemudian, lanjut Sutomo menjelaskan, pelaku tidak terima dan langsung mengejar korban. Saat korban ditangkapnya, pelaku langsung mendorongnya hingga terjatuh ke perladangan. Korban pun sempat meludahi Rinto. Pelaku emosi dan langsung menganiaya Kristina.

"Rinto menumbuk wajah korban beberapa kali, tapi Kristina tetap menjerit meminta tolong. Pelaku yang kalap langsung menyeret korban ke perladangan. Di sana korban dianiaya kembali dengan mencekik korban hingga tewas," terangnya.

"Pelaku bahkan sempat membuang handphone milik korban di perladangan itu. Pelaku juga mengambil uang Rp 5 ribu yang ada di kantong korban," sambung Sutomo.

Ditanya soal kondisi korban yang ditemukan tanpa baju, Sutomo menerangkan, pengakuan tersangka, baju itu terlepas saat pelaku menyeret korban ke dalam perladangan.

"Tapi itu pengakuan sementara. Nanti di dalami lagi terutama dugaan adanya persetubuhan terhadap pelaku," ungkap Sutomo.

Akibat perbuatannya, pelaku polisi dijerat dengan Pasal 338 mengenai pembunuhan dan Pasal 365 (3) mengenai pencurian yang disertai pembunuhan. "Kita masih kembangkan kasus ini," pungkas Sutomo.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar