Polres Asahan Diduga Lepaskan Pelaku OTT

Polres Asahan Diduga Lepaskan Pelaku OTT

Direktur RSUD HAMS saat diperiksa di Mapolres Asahan

(rel/eal)

Senin, 20 November 2017 | 11:19

Analisadaily (Asahan) - Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Asahan melepas diduga pelaku Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Mantan Sekretaris Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Rudiansyah Ritonga mengatakan, apa yang dilakukan Kanit Tipokor Polres Asahan yang melepaskan pelaku adalan tindakan yang salah.

"Di semua media beredar bahwa Direktur RSU HAMS kena OTT, namun kenapa dilepaskan? Itu jadi suatu pertanyaan bagi kami," kata Rudiansyah Ritonga, Senin (20/11).

Dia menilai proses hukum di Polres Asahan tidak proporsional dalam menangani OTT Direktur RSU HAMS Kisaran. Menurutnya, ketika melakukan OTT, berarti pihak Polres Asahan sudah memiliki unsur yang cukup dalam hal pidana di RSUD HAMS.

"Pertanyaan kami kenapa sampai saat ini prosesnya hanya sebatas tahap pemeriksaan tanpa ada kepastian hukum," ujarnya sembari menyebut hal ini menyalahi proses peradilan pidana cepat sederhana dan biaya ringan.

Penangkapan OTT itu, lanjutnya, seharusnya salah seorang yang dibawa ke Mapolres Asahan bisa ditetapkan sebagai tersangka.

"Tentu hal ini mencemari nama baik institusi kepolisian sebagai aparat penegak hukum," ujarnya.

Sementara itu aktivis HMI Asahan, Sholahuddin Marpaung, mendukung penuh langkah yang diambil tim sabar pungli Polres Asahan.

"Karena kita menilai seperti itulah yang seharusnya dilakukan penegak hukum untuk memberantas kasus korupsi, kolusi dan nepotisme di daerah Kabupaten Asahan," ucapnya.

Namun selang beberapa jam OTT dilakukan oleh Tipikor Polres Asahan terhadap Direktur RSUD HAMS, yang bersangkutan justru sudah keluar dan sampai hari ini masih menjabat sebagai direktur.

"Setelah saya melihat direktur keluar dari Polres Asahan, disitu saya langsung terdiam tanpa kata karena setahu saya dalam hukum pidana terjadinya proses tangkap tangan itu karena sudah jelas adanya alat bukti," jelasnya.

Sementara Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Iriyanto, yang memimpin OTT saat dikonfirmasi terkait OTT Direkrut RSU HAMS mengatakan, kasus OTT itu masih dalam proses.

"Untuk menetapkan tersangka kami masih mengumpulkan bukti pendukung seperti pemasukan keuangan dan pengeluaran keuangan," kata Iriyanto.

Disinggung mengenai cara penangkapannya, ia menjelaskan, OTT itu cara bertindak untuk mendapatkan dan mengumpulkan bukti-bukti yang bisa atau tidak memenuhi unsur tindak pidana dan harus melalui gelar perkara.

"Sampai saat ini kami masih terus memeriksa semua yang berkaitan dengan masalah ini," ujarnya.

(rel/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar