Polisi Ungkap Eksploitasi Anak Untuk Dijadikan Pengemis

Polisi Ungkap Eksploitasi Anak Untuk Dijadikan Pengemis

Anak-anak yang dijadikan pengemis diamankan polisi

(jw/eal)

Kamis, 19 September 2019 | 17:32

Analisadaily (Medan) - Polsek Helvetia membongkar kasus eksploitasi anak yang dijadikan pengemis di Kota Medan. Dalam kasus ini petugas mengamankan 5 orang dewasa, 20 anak dan sopir angkot yang membawa anak-anak tersebut.

Anak-anak itu nantinya dijadikan peminta-minta di Simpang Jalan Sei Sikambing, Jalan Kapten Muslim dan Jalan Gatot Subroto, Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dadang Hartanto mengatakan, awalnya petugas Polsek Helvetia mendapat informasi adanya angkutan kota (angkot) yang membawa anak di bawah umur dari Jalan Pancing, Kecamatan Medan Tembung, untuk diantarkan ke persimpangan Sei Sikambing.

"Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan menemukan anak-anak tersebut dijadikan pengemis dan pengamen," kata Dadang didampingi Kapolsek Helvetia, AKP Sah Udur Sitinjak.

Saat ini 20 anak yang diamankan telah dipulangkan. Sementara orang tua dari anak tersebut masih dalam pemeriksaan.

"Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam pemeriksaan," jelas Dadang.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan. Solusi pertama adalah pemberdayaan secara ekonomi dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama. Misalnya dengan meningkatkan keterampilan yang menunjang perekonomian mereka.

"Kita data apakah mereka sudah terima program atau belum, misalnya Program Keluarga Harapan (PKH), BPJS, atau Kartu Pintar untuk anak-anaknya, akan kita cek," kata Endar

Hasil pemeriksaan sementara secara lisan, anak-anak itu tinggal di Jalan Padang, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung. Dinas Sosial Medan sudah melakukan assessment dan akan dilanjutkan dengan kunjungan keluarga.

"Apakah termasuk orang tua bertanggung jawab atau tidak. Kalau tidak, akan kita angkat sebagai anak negara untuk dididik di panti yang menangani anak-anak terlantar," tukasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar