Polisi Tembak Kurir Pembawa 55 Kg Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi

Polisi Tembak Kurir Pembawa 55 Kg Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, di Mapolda Sumut, Rabu (20/2).

(jw/rzd)

Rabu, 20 Februari 2019 | 21:41

Analisadaily (Medan) – Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggagalkan masuknya 55 Kilogram narkotika jenis sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi dari Aceh. Dalam operasi ini, personel unit 2 Subdit II DitNarkoba terpaksa melumpuhkan tersangka karena berusaha melarikan diri.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, tersangka yang diringkus berinisial HY warga Lhokseumae, Aceh. Pelaku diringkus pada Selasa (19/2) saat sedang melintas menggunakan bus di kawasan Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Pelaku diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebut akan ada seorang pria membawa narkotika jenis sabu, yang akan melintas di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh menggunakan satu unit Bus Simpati Star.

“Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan memberhentikan bus yang dilaporkan membawa tersangka. Petugas memeriksa seluruh penumpang,” kata Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, di Mapolda Sumut, Rabu (20/2).

Petugas kemudian berhasil mengamankan HY karena ketahuan membawa tiga buah koper berisikan 40 bungkus kemasan teh China warna hijau dan kuning. Pada kemasan bertuliskan Guan Yin Wang yang diduga berisikan narkotika jenis sabu masing-masing berat satu bungkus sebanyak 1 Kilogram.

Dari tiga buah koper, terdapat satu koper berisikan 10 bungkus kemasan teh China warna hijau bertuliskan Guan Yin Wang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 1 Kilogram. Juga sebuah tas jinjing berisikan lima bungkus kemasan teh China warna hijau bertuliskan Guan Yin Wang berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat keseluruhan 5 Kilogram.

“Ditemukan juga dua plastik putih transparan berisikan 10 ribu butir ekstasi logo ikan warna oranye,” ujarnya.

Pelaku diduga kurir dari sindikat jaringan narkoba internasional. Pihak Polda Sumut juga masih mengembangkan penangkapan ini. “Terhadap pelaku kita lakukan tindakan tegas terukur,” sebut Agus.

Atas perbuatannya, HY melanggar Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

“Serta pidana denda paling sedikit Rp 10 miliar sesuai UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tandasnya.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar