Polisi Tangkap Begal Dengan Menyamar, Kapolda Sumut Beri Apresiasi

Polisi Tangkap Begal Dengan Menyamar, Kapolda Sumut Beri Apresiasi

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto saat menyampaikan keterangan, Kamis (18/7)

(jw/csp)

Kamis, 18 Juli 2019 | 19:53

Analisadaily (Medan) - Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur dalam mengungkap perilaku begal di Kota Medan mendapat apresiasi dari Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto.

Apresiasi ini ia sampaikan menyusul langkah petugas yang hingga menyamar sebagai emak-emak yang mengenakan daster dan hijab untuk memancing para komplotan begal sadis keluar dari sarangnya.

“Selama berhari-hari menyamar, akhirnya pelaku ditangkap setelah. Saya mengapresiasi personil yang berhasil mengungkap sejumlah kasus termasuk kasus begal, meski dengan penyamaran," kata Irjen Pol Agus, Kamis (18/7).

Penangkapan tiga pelaku begal Polsek Medan Timur tidak terlepas dari kecerdikan polisi untuk memancing pelaku keluar dari sarangnya. Kecerdikan itu pula yang membuat tiga anggota komplotan begal berhasil diringkus.

Adapun ketiga komplotan begal yang diamankan, di antaranya Ipal Ardiansyah alias Gopal (24), M Ferdiansyah alias Popoy (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21) terkecoh dan berujung dijebloskan ke sel tahanan polisi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto menyebutkan, tiga pelaku ini komplotan begal sadis dan licin, mereka tidak segan-segan melukai para korbannya.

Kisah penangkapan ternyata menyimpan cerita unik. Kapolsek Medan Timur, Kompol Arifin, mengatakan mereka mulai menangani kasus setelah masuknya laporan dari beberapa warga yang mengaku menjadi korban keganasan ketiga pelaku.

Laporannya, termasuk kasus begal di Jalan Perkebunan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Selasa 19 Maret 2019. Kemudian laporan aksi begal yang terjadi di lokasi yang sama pada Selasa 25 Juni 2019.

Laporan lain di Jalan Purwosari Gg Hiligeo, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Kamis 14 Maret 2019. Lalu di Jalan Perwira II Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Jumat 10 Mei 2019.

Dan terakhir di Jalan Krakatau Ujung depan Gerja Methodis Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur  pada Jumat 10 Mei 2019.

"Kita menurunkan anggota untuk melakukan penyelidikan di seputar lokasi-lokasi yang menjadi tempat mereka beraksi, namun tidak muncul," kata Kompol Arifin.

Setelah tidak muncul, petugas melakukan upaya lain untuk memancing pelaku dengan menurunkan petugas yang menyamar sebagai seorang perempuan, memakai daster dan kerudung.

Secara berkala berpura-pura sedang melintas dari kawasan-kawasan tempat para pelaku biasa beraksi dengan mengendarai sepeda motor metik. Jamnya juga ditentukan yakni jam-jam saat kondisi jalanan disana tidak terlalu ramai.

"Sementara dari kejauhan 'polisi berdaster' diawasi beberapa anggota tim polisi lainnya yang juga melintas layaknya warga biasa," terang Arifin

Aksi ini berhasil, pimpinan komplotan Gopal terkecoh dan membegal 'polisi berdaster'. Di situlah tim akhirnya berhasil meringkus pelaku. Petugas kemudian mengorek informasi dan diperoleh identitas rekan-rekannya yang terlibat dalam aksi begal pada 5 lokasi lain yang dilaporkan warga.

Arifin menambahkan, pengungkapan kasus ini belum selesai. Beberapa anggota komplotan lainnya masih dalam pengejaran petugas. "Identitas mereka sudah kita ketahui setelah pimpinannya kita interogasi," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar