Polisi Ringkus Dua Pelaku Penganiaya Anto

Polisi Ringkus Dua Pelaku Penganiaya Anto

Purnamawanto alias Anto saat berada di rumah sakit, Kamis (12/10)

(jw/csp)

Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:55

Analisadaily (Medan) – Tidak lama setelah penganiayaan di Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Selasa (10/10), polisi langsung meringkut dua pelaku yang mengakibatkan tangan Purnamawanto alias Anto putus dan saat ini sedang kritis.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari ginting mengatskan, pelaku ditangkap pada Rabu (11/10) petang. Polisi berhasil meringkus pelaku pada saat berada di lahan garapan di Pasar VII, Desa Sampali, Percut Sei Tuan.

"Dua pelaku kita amankan yaitu Alamsyah Alias Alung (38), warga Jalan Komplek Veteran Blok A Medan Estate, Percut Sei Tuan Deli Serdang dan Ari Setiadi, warga Jalan Pasar IV Mabar Hilir Gang Famili Labuhan Deli," jelasnya, Kamis (12/10).

Rina menjelaskan, penangkapan kedua pelaku berawal saat petugas mendapat informasi, keduanya sedang berada di lahan garapan. Petugas pun langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pengepungan.

"Saat ditangkap, mereka sedang di dalam gubuk. Pelaku mengaku sudah menganiaya korban secara bersama-sama," jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korbanya.

Sebelumnya diketahui, peristiwa penganiayaan dilakukan kedua pelaku terhadap Anto (42) di lahan garapan yang diklaim oleh BPRPI di Simpang Pasar VIII Desa Sampali Kec Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Kejadian itu bermula saat Syafrizal, rekan korban mendapat telepon dari Ketua Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Budi Jong, Selasa (9/10) lalu. Saat itu lahan yang diklaim BPRPI, sedang digarap menggunakan alat berat oleh orang lain. Syafrizal dan korban pun mendatangi lahan.

Sampai di sana, korban dan rekannya mendatangi Alung, Naibaho dan dua rekannya. Korban meminta agar mereka menghentikan kegiatan alat berat. Terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku. Sementara itu, Syafrizal mendatangi alat berat dan meminta menghentikan kegiatan menggarap lahan. Saat safrizal kembali ke gubuk, Purnamawanto sudah tidak ada.

Saat itu juga Syafrizal melihat Alung dan Ari berlari dari tempat kejadian sambil membawa klewang dan parang. Dirinya mendengar suara merintih dari dalam parit.

Ternyata korban sudah dalam keadaan berlumuran darah. Saat ditemukan, tangan kanan Anto sudah putus dan badannya berlumuran darah. Yang kemudian korban di bawa ke rumah sakit.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar