Polisi Olah TKP, Walhi Sumut: Ada Keganjilan Dalam Kematian Golfrid

Polisi Olah TKP, Walhi Sumut: Ada Keganjilan Dalam Kematian Golfrid

Polisi olah TKP ditemukannya Golfir Siregar, Rabu (9/10)

(jw/eal)

Rabu, 9 Oktober 2019 | 14:42

Analisadaily (Medan) - Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya Golfrid Siregar di Underpass Titi Kuning, Medan, Rabu (9/10) siang, disaksikan oleh Walhi Sumatera Utara. 

Direktur Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, yang turut menyaksikan olah TKP mengatakan, pasca operasi sampai saat ini kematian Golfrid masih menjadi misteri. Karena luka-luka yang dialami banyak keganjilan.

"Luka di sekujur tubuh tidak ada. Tapi ada bengkak di bagian mata kanan dan pecah di tempurung kepala. Itu yang membuat kita bersama keluarga mengatakan ini ada yang ganjil," ujar Dana.

Saat pihaknya bertanya dimana lokasi pasti ditemukannya tubuh Golfrid, menurut Dana polisi justru tidak tahu persis dimana lokasi awalnya.

"Pada saat itu kita tanya polisi, mereka tidak tahu TKP dimana. Polisi bilang di Fly Over Jamin Ginting, buktinya tidak di Fly Over. Jadi itu menjadi keganjilan. Ini ada yang tidak benar. Itu yang membuat mengapa kita ambil keputusan mendampingi keluarga untuk membuat laporan," ucapnya.

Dana menjelaskan bahwa pihaknya membuat laporan ke Polsek Delitua karena kematian Golfrid dianggap laka lantas. Hal-hal seperti ini yang membuat kejanggalan dan harus diungkap secara transparan.

"Hasil autopsi kita belum pegang. Kita juga ingin tahu hasil autopsi apa dan diumumkan segera. Ini olah TKP kita belum dapat secara komprehensif apa hasil olah TKP. Kita masih tetap merasa bahwa ada keganjilan dan ini harus diungkap secara transparan meninggalnya Golfrid. Apalagi identitas korban, dompet, cincin, laptop dan HP hilang," jelasnya.

Dana menegaskan pihaknya akan terus menginventarisir data-data apa yang ditangani Walhi Sumut atau kasus yang ditangani Golfrid secara personal.

"Kita akan cari tahu semua sambil menunggu hasil yang akan dipaparkan oleh kepolisian. Kasus ini harus diungkap terang benderang agar tidak memunculkan persepsi publik yang macam-macam dan Walhi akan compare apa yang mereka tracking dan apa yang akan dipaparkan oleh kepolisian," tegasnya.

Dana menambahkan bahwa semua kasus Walhi Sumut ditangani oleh Golfrid. Mulai dari pembalakan liar di Karo, pencemaran di Batubara, pabrik di Simalungun yang sudah tutup, PLTA Batang Toru yang izin lingkungannya digugat hingga pemalsuan amdal.

"Ini semua kasus-kasus yang ditangani Walhi Sumut, kajiannya dibuat Golfrid. Sampai ia hembuskan napas terakhir semua kasus Walhi ia yang ditangani," tukasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar