Polisi Kembali Tembak Mati Begal Sadis di Medan

Polisi Kembali Tembak Mati Begal Sadis di Medan

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/rzd)

Rabu, 8 Agustus 2018 | 14:20

Analisadaily (Medan) - Polisi kembali menembak mati pelaku begal sadis di Kota Medan setelah buron beberapa bulan. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas karena pelaku mencoba melawan dan melarikan diri saat hendak diamankan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, Tim Satreskrim Polrestabes Medan pelaku sudah buron sejak Desember 2017 silam.

“Tersangka bernama Afandri Simangunsong yang merupakan bagian dari jaringan pelaku begal sadis yang berhasil diungkap Polrestabes Medan pada Desember 2017 silam,” katanya, Rabu (8/8).

“Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada tersangka hingga tewas lantaran berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat ditangkap,” sambungnya.

Tersangka sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) sejak Desember 2017 lalu. Pada Februari 2018, pelaku berhasil diketahui keberadaannya. Pada Senin (6/8) kemarin, tim melakukan penyelidikan di seputar tempat tinggalnya, Jalan Rawa Cangkuk, Gang Arab.

“Dinihari tadi, tim kembali mengetahui keberadaan tersangka saat melintas di Jalan S Parman Medan. Petugas kemudian melakukan pengejaran,” terangnya.

Tersangka kemudian melintas ke arah Jalan Perdana, motor yang digunakan tersangka terjatuh. Kemudian melarikan diri turun ke arah sungai. Tim kemudian melakukan pengejaran dan tersangka bersembunyi dalam gelap berusaha melawan petugas dengan sebilah golok.

“Tim melakukan tembakan tegas dan terukur dengan menembak paha dan dada sebelah kiri tersangka. Tersangka langsung tewas di tempat. Kita membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan visum,” ungkap Putu.

Sebelumnya Polrestabes Medan telah mengungkap jaringan begal sadis yang kerap beraksi di Kota Medan. Bahkan komplotan jaringan ini bernama Raja juga tewas diterjang peluru petugas karena berusaha melawan saat penangkapan pada Desember 2017 silam. Sementara, tersangka lainnya bernama Ridho terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya. 

“Korbannya adalah para pengendara sepeda motor. Komplotan ini juga pernah melakukan aksi perampokan di berbagai tempat di Kota Medan. Kita terus memburu komplotan-komplotan begal sadis lainnya yang ada di Kota Medan,” pungkas Putu.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar