Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Selesai

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Selesai

Tersangka ES memperagakan adegan saat dirinya mendorong korban, dalam gelar rekostruksi kasus pembunuhan yang berlangsung di halaman apel Mapolres Binjai, Kamis (18/5)

(Wa/csp)

Kamis, 18 Mei 2017 | 17:48

Analisadaily (Binjai) - Kepolisian Resor (Polres) Binjai menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan, yang terjadi di Dusun Paya Rampah Sawah Omba, Desa Kuta Parit, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, April lalu.

Kegiatan berlangsung di halaman apel Mapolres Binjai, dengan menghadirkan tersangka pembunuh, ES alias Erdi alias Jhon (30), pria penduduk Dusun VI Namu Cengkeh, DesaTanjung Berampu, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

Hadir juga Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Ismawansa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Stabat, RJ Hutauruk, kuasa hukum tersangka ES, Taufik SH, dan pihak keluarga Anerud Desy Mariani Sitepu (24), tidak lain wanita yang menjadi korban pembunuhan itu.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung kurang dari 30 menit itu, tersangka ES diminta memperagakan 18 adegan, terkait kronologis pembunuhan yang dilakukannya.

Adegan dimulai saat tersangka ES dan korban bertemu di Simpang Bekiun, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, hingga akhirnya dia pergi meninggalkan wanita itu dalam kondisi meninggal dunia di perkebunan kelapa sawit Dusun Paya Rampah Sawah Omba.

Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, saat diwawancara Analisadaily.com melalui Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Ismawansa, mengatakan, rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari metode pemeriksaan oleh penyidik.

Dalam hal ini, katanya, tujuan kegiatan tidak lain untuk mendapatkan kejelasan perbuatan pelaku dan kronologinya, akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

"Dari hasil rekonstruksi yang dilaksanakan tadi, tersangka ES dan korban sempat melakukan hubungan seperti suami-istri di areal perkebunan kelapa sawit Dusun Paya Rampah Sawah Omba," terang Ismawansa.

"Namun sesaat setelah itu, justru terjadi keributan antara tersangka ES dengan korban, karena dipicu bayarannya yang kurang. Akibatnya, emosi tersangka ES memuncak, dan nekat menghabisi nyawa korban," ujarnya.

(Wa/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar