Polisi Gagalkan Penyelundupan 226 Balpres Asal Luar Negeri, 7 Pelaku Diamankan

Polisi Gagalkan Penyelundupan 226 Balpres Asal Luar Negeri, 7 Pelaku Diamankan

226 balpres asal luar ngeri yang diamankan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

(jw/rzp)

Jumat, 2 Februari 2018 | 16:22

Analisadaily (Medan) - Selama Januari 2018, jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil menggagalkan peredaran pakaian bekas asal luar negeri sebanyak 226 bal.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, penangkapan pertama dilakukan Polres Asahan pada 16 Januari 2018. Dari penangkapan petugas menyita sebanyak 46 bal pakaian bekas yang akan diedarkan di Kota Medan. 

"Penangkapan dilakukan di Jalan Lintas Sumatera, Kisaran, Kabupaten Asahan. Puluhan bal pakaian bekas diangkut dengan lima unit mobil truk," kata Kapolda didampingi Kepala Bea Cukai Sumut, Oza Olivia, Jumat (2/2).

Penangkapan kedua kembali dilakukan Polres Tanjung Balai pada Senin tanggal 22 Januari 2018. Penangkapan dilakukan di Jalan Arteri, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai.

"Dari penangkapan, polisi menyita 60 bal pakaian bekas eks luar negeri," tutur Paulus.

Kemudian pada 22 Januari 2018, personil Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumut berhasil mengamankan 2 unit mobil pengangkut 120 balpres pakaian bekas diduga berasal dari luar negeri, yang diselundupkan melalui perairan Tanjung Balai.

"Total balpress yang kita amankan sebanyak 226 bal. Semua balpres pakaian bekas asal luar negeri itu rencananya akan dipasarkan ke Kota Medan," ungkap Kapolda. 

Paulus juga menjelaskan, dari 226 balpres pakaian tersebut, polisi turut mengamankan tujuh orang. Semuanya merupakan sopir yang mengangkut pakaian bekas tersebut.

Tujuh orang itu adalah IH, AR, RHDS, AF, ES, RTN, dan MA. Petugas juga mengamankan 2 mobil Truk Mitshubishi Colt Diesel, 2 mobil Mitshubishi L300 (Box dan Pick up), mobil Suzuki Pick Up, mobil Daihatsu Grandmax, mobil bus umum Povri, dan mobil truk Colt Diesel.

"Dengan pengungkapan tersebut, negara bisa mengalami kerugian mencapai Rp 1,1 miliar.  Tentunya para penyelundup pakaian bekas ini tidak membayar pajak, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara," pungkas Kapolda. 

Kepala Bea Cukai Sumut, Oza Olivia menambahkan, tugas Bea Cukai dalam memeriksa cukai dan menyita barang bukti adalah perintah dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

"Kami juga siap untuk kerja sama dengan Polda Sumut dalam rangka memberantas masuknya peredaran barang ilegal. Kerja sama sinergis telah dilaksanakan bersama dengan Polda Sumut, Dit Polair dan TNI-AL," tandasnya.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar