Polisi Buru Pelaku Pembakaran Ibu Tiri

Polisi Buru Pelaku Pembakaran Ibu Tiri

Korban saat menjalani perawatan di RSUD HAMS Kisaran sebelum akhirnya meninggal dunia

(jw/eal)

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:34

Analisadaily (Asahan) - Anak yang menjadi pelaku pembakaran terhadap ibu tirinya hingga meninggal di Jalan Mawar, Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

"Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran itu yang sudah diketahui identitasnya," kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ricky Pripurna Atmaja saat dihubungi Analisadaily.com, Rabu (26/6).

Dalam upaya pengejaran pelaku, Ricky mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.

"Kita juga sudah menghubungi tim Jatanras Polda Sumut untuk membantu pengejaran pelaku. Kita juga kemungkinan akan melakukan pengejaran hingga keluar kota," jelasnya.

Sementara dari informasi suami korban, Suparman, diketahui bahwa pelaku memang sering bertengkar mulut dengan istrinya. Bahkan beredar kabar pelaku Jum (39) baru lima bulan pulang ke rumahnya. Karena selama ini dirinya bekerja sebagai sopir di Palembang dan pernah menjadi residivis.

Terkait status residivis pelaku, Ricky mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut.

"Terkait informasi residivis itu data dan informasinya belum kita dapat di lapangan. Kita masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku," tukasnya.

Seperti diketahui pembakaran itu terjadi hari Selasa (25/6) kemarin. Korban Saminem (57) dibakar pelaku Jum (39) yang merupakan anak tirinya menggunakan bensin di dalam rumahnya di Jalan Mawar, Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Korban Asahan. Saat itu pelaku mendatangi korban yang lagi sendirian.

Melihat peristiwa tersebut, warga sekitar terkejut dan coba menolong korban dengan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran. Namun naas, akibat luka bakar yang sangat serius, nyawa korban tidak bisa tertolong.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar