Polisi Buru 2 WN Pakistan Terkait Tagihan Kartu Prabayar Rp 15,5 Miliar

Polisi Buru 2 WN Pakistan Terkait Tagihan Kartu Prabayar Rp 15,5 Miliar

(dtc)

Kamis, 10 Desember 2015 | 17:47

detikNews - Jakarta, Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap seorang perempuan berinisial SM (30) karena menggunakan kartu pasca bayar dengan tagihan senilai Rp 15,5 miliar dengan identitas palsu. Sementara, 2 WN Pakistan yang diduga jaringannya diburu polisi.

"Menurut keterangan tersangka SM ini, kartu yang dia aktifkan itu digunakan oleh pacarnya berinisial A, WN Pakistan dan seorang pria lainnya teman A yang juga WN Pakistan," jelas Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Iwan Kurniawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

2 WN Pakistan masih diburu (dtc)

2 WN Pakistan masih diburu (dtc)

Dijelaskan Iwan, kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari pihak provider. Provider mengalami kerugian senilai total Rp 15,5 miliar atas penggunaan 104 kartu pasca bayar untuk melakukan panggilan internasional dengan menggunakan identitas palsu.

"Karena konsumen ini alamatnya fiktif, sehingga Telkomsel tidak dapat melakukan penagihan terhadap pengguna kartu Halo tersebut," jelas Iwan.

Menurut Iwan, dari 104 kartu pasca bayar itu, yang terbukti tindak pidananya hanya 7 kartu. Ketujuh kartu itu diaktivasi oleh tersangka SM dengan menggunakan handphone pribadinya.

"Yang 97 kartu lainnya bisa saja orang lain atau sindikat dari tersangka ini juga. Tapi yang baru bisa kami buktikan yaitu 7 kartu saja yang diaktivasi oleh tersangka SM," terangnya.

"104 Kartu itu yang dilaporkan pihak Telkomsel, di mana kerugian Rp 15,5 miliar ini selama 2014 hingga 2015 ini," imbuhnya.

Tidak jelas apa motif SM melakukan aktivasi ketujuh kartu pasca bayar itu dengan identitas palsu. SM sendiri mengaku kartu tersebut telah diserahkan kepada kekasihnya, A yang berada di Pakistan.

"Tersangka mengaku hanya membantu pacarnya berinisial A untuk mengaktifkan kartu tersebut yang selanjutnya kartu tersebut dibawa ke Pakistan dan digunakan untuk menelepon ke luar negeri," paparnya.

Tidak hanya dibawa ke Pakistan, tetapi kartu itu juga dibawa teman tersangka ke Nepal, Laos, Thailand, Siprus, Tunisia dan Turki. Kartu tersebut digunakan kekasih tersangka untuk melakukan panggilan roaming ke negata Latvia, Guinea, Lithuania, Konho, Maldibes dan Zambia.

Kartu-kartu yang diaktivasi (dtc)

Kartu-kartu yang diaktivasi (dtc)

"Untuk kerugian dari 7 kartu yang diaktivasi tersangka ini sendiri mencapai ratusan juta rupiah," tambahnya.

Sementara itu, tersangka SM menangis ketika dirilis oleh pihak kepolisian. SM membantah dirinya telah mengaktifkan 104 kartu tersebut.

"Itu bukan saya, Pak. Saya sendiri hanya diminta untuk aktivasi, saya tidak tahu tujuannya untuk apa," kata SM yang wajahnya ditutupi saebo itu. (mei)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar