Polisi Amankan Terduga Teroris di Tanjungbalai dan Tapteng

Polisi Amankan Terduga Teroris di Tanjungbalai dan Tapteng

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Agus Andrianto

(jw/eal)

Kamis, 14 Maret 2019 | 19:10

Analisadaily (Medan) - Pasca bom yang terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara, petugas kepolisian mengamankan dua orang terduga teroris di tempat terpisah, Rabu (13/3) malam.

Tim Densus 88 bersama Polda Sumatera Utara menangkap seorang terduga teroris di Kota Tanjungbalai dan seorang lagi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).  

Terkait informasi tersebut, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Agus Andrianto, membenarkan adanya penangkapan itu. Menurutnya terduga teroris yang ditangkap di Tanjungbalai adalah seorang wanita yang juga terkait dengan bom Sibolga.

"Inisial yang kita amankan R," kata Agus, Kamis (14/3).

Pada hari yang sama polisi juga mengamankan satu terduga teroris lainnya di Tapanuli Tengah. "Di Tapteng juga ada dilakukan penangkapan terhadap M," tutur Agus.

"Jadi yang ditangkap di Tanjungbalai cuma satu. Sedangkan M ditangkap di Tapteng," ungkapnya.

Namun Kapolda enggan menjelaskan secara detail bagaimana dan dimana lokasi penangkapan yang dilakukan terhadap terduga teroris di Tanjungbalai dan Tapanuli Tengah.  

Sementara itu dari informasi yang diperoleh Analisadaily.com, terduga teroris berinisial R diamankan di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Wanita berusia 22 itu diketahui merupakan warga Jalan Ampera/Jalan Protokol Bagan, Dusun II, Desa Bagan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai Asahan, Kabupaten Asahan.

R memiliki keterlibatan dalam bom Sibolga karena mengetahui pembelian bahan untuk pembuatan bom. R sendiri merupakan istri dari Hendri Syahli Manurung (27), warga Tanjungbalai yang merupakan salah satu anggota jaringan JAD kelompok Syaiful yang ditembak mati Densus 88 Mabes pada Oktober 2018 lalu.

Untuk diketahui, total ada lima terduga jaringan JAD yang ditangkap sampai saat ini. Tiga orang ditangkap di Sibolga yakni AH, AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Kemudian R ditangkap di Tanjungbalai dan M di Tapanuli Tengah.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar