Polisi Amankan 12 Orang, Statusnya Sebagai Saksi

Polisi Amankan 12 Orang, Statusnya Sebagai Saksi

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, saat memberikan keterangan, Kamis (14/11)

(jw/csp)

Kamis, 14 November 2019 | 19:26

Analisadaily (Medan) - Polda Sumut, Polrestabes Medan dibantu Densus 88 Mabes Polri terus bergerak melakukan penyelidikan pasca kejadian bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) pagi.

Dari hasil pengembangan itu, Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, hingga sore ini polisi mengamankan sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

"Tim gabungan juga masih terus bergerak memburu sejumlah orang yang ada kaitannya dengan pelaku," kata Brigjen Pol Mardiaz kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Kamis (14/11) sore.

Mardiaz menjelaskan, dari 12 orang yang sudah diamankan, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun ke12 orang itu adalah orang tua dari Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), mertua, istri, kakak, dan kemudian tetangga.

"Saat ini semuanya masih kita periksa, statusnya masih saksi," jelasnya.

Mardiaz mengungkapkan, sejak Rabu (13/11), tim terus bekerja intensif dan melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang ada kaitannya dengan pelaku.

Dari sejumlah lokasi yang digeledah pihaknya juga turut mengamankan barang bukti yang dicurigai berbahan peledak.

"Dari rumahnya ada ditemukan beberapa barang bukti berupa pipa yang diisi dengan kandungan kimia, kemudian panah beracun, dan juga alat las," ungkapnya.

Hasil interogasi terhadap istri pelaku, selama ini mereka ada melakukan pengajian eksklusif, namun ia menegaskan hal ini masih perlu pendalaman lanjut.

"Ini tentunya masih kita dalami motif-motifnya, apakah ada kaitan dengan kejadian bom. Kalau masalah pengajian, si istri bergabung dengan pelaku dan kawanan pelaku, ini juga sedang kita dalami," pungkasnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar