Polemik Wisata Halal Danau Toba, Luhut: Sudah, Tidak Usah Ribut Lagi

Polemik Wisata Halal Danau Toba, Luhut: Sudah, Tidak Usah Ribut Lagi

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan

(rel/rzd)

Jumat, 6 September 2019 | 21:41

Analisadaily (Tobasa) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengimbau kepada semua pihak untuk tidak ribut lagi soal wisata halal Danau Toba yang sempat menjadi polemik.

Luhut menyebut, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, tidak ada berbicara tentang wisata halal Danau Toba, dan meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi meributkannya.

"Jadi, tidak usah ribut-ribut. Sudahlah, banyak pekerjaan lain yang lebih penting dari hanya sekadar bicara itu saja," kata Luhut di Laguboti, Toba Samosir (Tobasa), Jumat (6/9).

Luhut juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak lagi mengembangkan polemik yang sempat muncul tersebut. Dirinya mengajak untuk tidak hanya berbicara tentang perbedaan saja.

"Tapi, kita lebih baik membahas untuk kebaikan Republik Indonesia. Kebetulan juga, Pak Gubernur Sumut tidak bicara tentang wisata halal Danau Toba, jangan dibentur-benturkan," tegasnya.

Luhut mengajak semua pihak untuk berpikir, bagaimana wisatawan mau datang ke Danau Toba, supaya rakyat sejahtera.

"Sudah, ya, jangan kita bahas itu lagi," tegasnya.

Diungkapkan Luhut, saat ini sebanyak 35 spot turis yang ada di kawasan Danau Toba. Kerja sama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan Grab punya program 1 hari, 2 hari, 3 hari, mungkin juga sampai 4 hari.

Artinya, dengan kerja sama Kemenpar dan Grab salah satu langkah untuk mewujudkan target pemerintah mendatangkan 1 juta wisatawan ke Danau Toba.

"Bahkan, bukan hanya 1 juta, pada tahun 2025 kita tagetkan sampai 3 juta wisatawan yang datang ke mari (Danau Toba)," Luhut menerangkan.

Sebelumnya Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi meluruskan informasi tentang pariwisata Danau Toba yang akhir-akhir ini berkembang dan menjadi polemik di masyarakat.

Orang nomor satu di Sumut itu menegaskan tidak pernah mengatakan akan menerapkan wisata halal atau wisata syariah di Danau Toba.

"Informasi yang beredar itu adalah hoaks dan fitnah," ujarnya.

Selaku Gubernur Sumut, Edy sangat menyadari, masyarakatnya beragam, ada kabupaten/kota yang masyarakatnya mayoritas muslim, adapula yang mayoritas Nasrani.

"Apa pernah Anda dengar saya bilang mau membuat Danau Toba syariah. Ada kesalahpahaman informasi atas apa yang saya sampaikan," ucapnya.

Edy menjelaskan, usai kunjungan Presiden Jokowi ke Danau Toba beberapa waktu lalu, sempat ditanya wartawan mengenai apa tindakannya sebagai Gubernur Sunut terkait Danau Toba sebagai wisata unggulan.

Edy menjawab, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan mengenai wisata Danau Toba. Pertama, mengenai wisatawan mana yang paling banyak datang ke Danau Toba.

Dicontohkanya, jika wisatawan Malaysia yang paling banyak datang, segala keperluannya harus dipersiapkan. Hal itu tentu saja perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kebudayaan wisatawan yang datang.

Sehingga, wisatawan bisa nyaman dan akan kembali lagi ke Danau Toba. Begitu pula dengan bangsa lain yang datang. Kedua, mengenai infrastuktur. Menurutnya infrasturktur sebagai konsep pariwisata haruslah disiapkan juga.

"Harus siap infrastruktur akomodasi yang representatif," kata Edy.

Gubernur Sumut berharap kepada semua pihak agar polemik ini segera berakhir. Jika terus berlanjut dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Jangan pernah percaya dengan hasutan dan fitnah," tegas Edy.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar