Polda Sumut Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

Polda Sumut Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

Pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan sindikat jaringan internasional.

(jw/rzd)

Kamis, 13 Juni 2019 | 15:55

Analisadaily (Medan) - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap sindikat pengedar narkotika internasional jaringan Malaysia-Aceh-Riau-Sumut. Barang bukti 50 kilogram sabu dan 170 kilogram ganja, serta 15.856 pil ekstasi diamankan.

"Pengungkapan merupakan hasil tangkapan Polda Sumut dari kurun waktu 13 Mei sampai 9 Juni 2019 dan berhasil mengamankan 15 tersangka di enam tempat yang berbeda," kata Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung, di Mapolda Sumut, Kamis (13/6).

Terkait pengungkapan 50 kilogram sabu, pihak kepolisian menbongkarnya lewat lima tangkapan berbeda. Namun pengungkapan tersebut dalam satu jaringan yang sama.

Pengungkapan berawal dari penangkapan dua orang tersangka pada Senin (13/5) di Desa Tandem Hulu 2, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan tiga orang.

"Tiga tersangka yang diamankan adalah KA, MRA, dan P, dengan barang bukti 5 kilogram sabu-sabu," ucapnya.

Hasil pengembangan dari tiga tersangka yang diamankan diperoleh informasi ada pembawa narkoba dari Kota Tebing Tinggi menuju Kabupaten Serdang Bedagai. Pada Kamis (16/5) pukul 20.45 WIB, polisi menelusuri informasi dan melakukan penangkapan dua orang tersangka berinisial AG dan WC dengan barang bukti 9 kilogram sabu.

"Dari hasil pengembangan AG dan WC diperoleh keterangan akan ada yang mengirim sabu dari Pekan Baru menuju Medan," terang Hendri.

Selanjutnya pada (27/5) polisi langsung menelusuri kebenaran informasi itu dan kembali menangkap tiga tersangka berinisial Z, ZAH, dan JN. Dari penangkapan ini, diamankan satu tas ransel warna cokelat berisi 10 bungkus kemasan Teh China berisi sabu dengan berat keseluruhan 10 kilogram.

"Setelah diinterogasi polisi, ketiga tersangka menyampaikan keterangan ada tersangka lain yang menyimpan sabu di Kota Binjai, polisi langsung kembali menelusurinya," ungkap Hendri.

Pada Selasa (4/6) tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta Km 19, Kota Binjai, polisi meringkus dua tersangka lainnya, DAT dan SR. Dari penangkapan ini, diamankan sabu dengan berat keseluruhannya 25 kilogram dan 4 bungkus plastik tembus pandang berisikan ekstasi sebanyak 15.846 butir.

"Dari pengembangan terhadap tersangka DAT dan SR, pada Minggu (9/6) polisi menangkap tersangka lainnya di Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Tuntungan. Dua orang berinisial MS dan MR diamankan dengan barang bukti 1 kilogram sabu," terang Hendri.

Untuk kasus pengungkapan ganja, dilakukan pada Kamis (16/5) di Jalan Bunga Raya, Kecamatan Medan Sunggal. Dalam penangkapan, petugas kepolisian menemukan ganja kering setelah menghentikan mobil Avanza saat sedang melintas.

"Kemudian petugas melakukan pemeriksaan dan mengamankan tiga orang berinisial B, DB dan M selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan 5 karung goni berisikan 170 kilogram ganja," tuturnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal  114  Ayat (2) dan atau  Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal  111 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman bagi para tersangka adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," pungkas Hendri.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar