Polda Sumut Tembak Mati 3 Gembong Narkoba Jaringan Internasional

Polda Sumut Tembak Mati 3 Gembong Narkoba Jaringan Internasional

Kapolda Sumut memaparkan penangkapan bandar narkoba di RS Bhayangkara Medan, Jumat (24/8)

(jw/eal)

Jumat, 24 Agustus 2018 | 13:55

Analisadaily (Medan) - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggagalkan peredaran narkotika jaringan internasional dengan barang bukti 9 kilogram sabu-sabu yang dibawa dari Malaysia ke Indonesia.

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan enam tersangka, tiga diantaranya meninggal dunia karena mencoba melarikan diri saat diamankan.

Keenam tersangka itu adalah MAA (47) warga Desa Masjid, Kecamatan Suka Mulia Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang; MZ (40) Warga Negara Asing (WNA) asal Pulau Penang, Malaysia; S (42) warga Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun; MRl (32), MAR (32) dan Z (43) yang ketiga merupakan warga Tanjung Keramat, Kecamatan Bandar Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dari keenam orang itu, tiga diantaranya meninggal dunia karena melawan dan melarikan diri saat hendak diamankan, yakni MAA, S dan MZ WNA asal Malaysia," ‎‎kata Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto di depan Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (24/8).

Agus menjelaskan, penangkapan itu berawal ketika MAA diketahui sebagai pengatur masuknya sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia. Kemudian pada Minggu (19/9) sekitar pukul 16.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap MAA di Simpang Opak Kabupaten Aceh Tamiang.

Selanjutnya dari hasil interogasi diperoleh bahwa masih ada narkotika jenis sabu-sabu dibawa oleh MZ dan S dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.  

"Selanjutnya pukul 17.20 WIB dilakukan penangkapan terhadap MZ dan S di Jalan Lintas Medan-Aceh pasar buah Aceh Tamiang, namun barang haram itu sudah diserahkan kepada MRI dan MAR yang akan dibawa ke Medan," jelasnya.

Selanjutnya hari Senin (20/8) sekitar pukul 05.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap MRI dan MAR pada saat akan bertransaksi dengan Z di SPBU Besitang, Kabupaten Langkat dengan barang bukti sabu seberat 9 kilogram yang akan dikirim ke Medan atas perintah MAA.

Selanjutnya Ditresnarkoba Polda Sumut membawa keenam tersangka menuju Polda Sumut. Namun di dalam perjalanan tepatnya di jalan tol Binjai-Medan para pelaku berupaya melarikan diri yaitu MAA, S dan MZ. Kemudian petugas melakukan tembakan peringatan, tetapi mereka tidak menghiraukan peringatan itu sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur.

"Saat dilakukan tindakan tegas itu, peluru petugas mengenai MAA, S dan MZ hingga akhirnya meninggal dunia. Sedangkan MAR terkena tembak pada kaki kanan dan MRI terkena tembakan pada kaki kiri dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan perawatan. Sedangkan jenazah MAA, S dan MZ dilakukan autopsi, selanjutnya terhadap tiga tersangka dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Sumut guna proses sidik lanjut," ujar Agus.

Kapolda Sumut memaparkan penangkapan bandar narkoba di RS Bhayangkara Medan, Jumat (24/8)

Kapolda Sumut memaparkan penangkapan bandar narkoba di RS Bhayangkara Medan, Jumat (24/8)

Selain barang bukti sabu-sabu 9 kilogram, petugas juga mengamankan 5 unit telepon genggang, 1 unit mobil double kabin BK 8397 CF dan satu unit sepeda motor BL 3060 WBR.

Atas perbuatannya pelaku yang hidup diancam dengan ‎Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 111 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Untuk hukuman pidana, para tersangka itu dihukum mati dan pidana penjara seumur hidup," pungkas Agus.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar