Polda Sumut: Setelah Tetangga, Pelaku Menikam Kapolsek Parongil

Polda Sumut: Setelah Tetangga, Pelaku Menikam Kapolsek Parongil

Kapolsek Parongil, AKP Sayuti Malik, saat dirawat di rumah sakit, Kamis (25/10)

(jw/csp)

Kamis, 25 Oktober 2018 | 11:13

Analisadaily (Medan) - Firhot Nababan, warga Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi tega melakukan tindakan kriminal dengan menggorok leher korban, yang juga tetangganya bernama Rimson Sitorus (46) hingga putus.

"Tidakan pelaku sangat sangat sadis, kepala korban putus. Selain menghabisi nyawa korban pelaku juga menganiaya anggota Polri yang merupakan Kapolsek Parongil, AKP Sayuti Malik," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (25/10).

Tatan menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/10) sekitar pukul 17.30 WIB. Kasusnya berawal saat korban mendatangi rumah pelaku untuk membeli gas LPG 3 Kilogram. Namun, korban dan pelaku saling bertatapan mata.

Spotan saja, Firhot langsung menghujam pisaunya ke tubuh Rimson. "Dendam lama akibat permasalahan batas tanah pekarangan rumah sekira tahun 2016, yang mana permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh Kepala Desa setempat," jelasnya.

Mendapat informasi itu, personil kepolisian dari Polsek ‎Parongil datang ke lokasi. Ketika diamankan Firhot dengan kondisi memegang pisau panjang dan belati. Kemudian, Kapolsek Parongil,  AKP.Sayuti Malik meminta agar pelaku membuang senjata tajamnya.

Tetapi, Firhot tidak menurutinya. "Atas hal itu, Sayuti memberikan tembakan peringatan dengan meletuskan senjata api ke udara. Firhot justru mendatangi Sayuti," ujar Tatan.

Pada saat itu Kapolsek jatuh dan tersangka langsung menikam Kapolsek. "Saat terjatuh itu lah tersangka memanfaatkan waktu untuk menikam Kapolsek pada bagian dada sebelah kiri dan tangan kiri," ungkap Tatan.

Setelah melihat Kapolsek terkapar dengan kondisi berlumuran darah. Warga sekitar melihat aksi tersangka langsung menyerang. Akibat Firhot jadi amukan massa.

Selanjutnya, Polisi mengamankan pelaku bersama barang bukti berupa pisau belati.‎ Dimana, saat itu tersangka langsung di lumpuhkan oleh polisi.

"Kemudian polisi mengevakuasi jenazah korban Rimson yang tergeletak dengan posisi tubuh korban dan kepalanya terpisah dengan jarak kurang lebih 40 meter," pungkas Tatan.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar