Polda Sumut Ringkus Komplotan Perampok Lintas Provinsi

Polda Sumut Ringkus Komplotan Perampok Lintas Provinsi

Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut mengungkap sindikat pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) antar provinsi, Senin (21/8)

(dgh/eal)

Senin, 21 Agustus 2017 | 19:32

Analisadaily (Medan) - Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara kembali mengungkap sindikat pencurian dengan kekerasan (curas) antar provinsi, Senin (21/8). Sebanyak lima anggota sindikat curas spesialis pembobol mesin ATM diringkus.

Kelima tersangka yang sempat buron itu diamankan petugas dari lokasi terpisah berdasarkan pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap tersangka TS.

Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu menyebut, kelima tersangka diamankan berdasarkan penyelidikan atas laporan LP/370/VI2015/SU/Resta/Sek Patumbak tanggal 10 Mei 2015 mengenai aksi perampokan brankas Koperasi CU. Mandiri di Jalan Dame No. 12-A Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.

Kelima tersangka yang dibekuk itu diantaranya, BS (66) alias Burhan alias Regar Botak, warga Perumnas Perbaungan Blok B, Kelurahan Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai yang diamankan dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tersangka lainnya, AS alias Siregar alias Ardiansyah (42) warga Jalan Kedondong II, Kelurahan Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun dan PS (36) warga Jalan Kijang Lama, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Kemudian AS (54) warga Pulo Gebang Permai Blok H, RT 01/13 Pulo Gebang Jakarta Timur serta A (38) warga Dusun IV, Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Lebih jauh Faisal Napitupulu mengatakan, kelima tersangka ditangkap setelah pihaknya melakukan pengembangan dari penangkapan terhadap tersangka, TS (43), Kamis (17/8) kemarin.

"Hasil pengembangan dari penangkapan tersangka, kita mendapatkan informasi bahwa Regar Botak yang merupakan salah satu anggota komplotan ini ternyata berada di Sulawesi Selatan. Dari informasi itu kita langsung bergerak ke Sulawesi untuk menyelidiki dan menangkap tersangka," sebut Faisal.

Dari penyelidikan tersebut, lanjut Faisal, pihaknya dibantu personil Resmob Polda Sulsel dipimpin oleh AKP Edi Sabara langsung menuju lokasi persembunyian tersangka yang diketahui berada di Kota Palopo.

Minggu (20/8) sekitar pukul 07.30 WITA tim gabungan Subdit III/ Jahtanras Polda Sumut dan Resmob Polda Sulsel dipimpin Kanit Ops Jahtanras, Kompol Syafrizal, meringkus tersangka di salah satu kamar Wisma Paldar, Jalan Tandipau No. 29 Kelurahan Tomarundung, Kecamatan Wara Bar, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

"Tersangka kita tangkap sewaktu berada di salah satu kamar di sebuah wisma di sana. Jadi hasil lidik kita, tersangka ini sesuai rencananya akan melakukan curas di salah satu Koperasi di Kota Palopo itu malamnya. Selain mengamankan tersangka tim gabungan secara otomatis menggagalkan rencana aksi tersangka yang memeng komplotan pembobol ATM antarprovinsi," jelas Faisal.

Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan pihak kepolisian menerangkan bahwa tersangka dan komplotannya telah mencuri di beberapa TKP, seperti di Batam (Kepri), Nagoya Kota, tahun 2013 terhadap nasabah bank yang melibatkan lima pelaku diantaranya, TS, BS, Tarigan, Manurung dan satu orang warga Flores (DPO). Dari aksi tersebut komplotan ini menggasak uang kontan Rp 2 miliar.

Kedua di PT. Indako dealer Honda Jalan Sisingamangaraja, Medan, tahun 2014 melibatkan tujuh orang pelaku diantaranya, TS, BS, Ritik Aritonang dan 4 orang lainnya teman Ritik Aritonang dengan menggasak uang tunai Rp 85 juta.

Ketiga di ATM Bank Muamalat Sekolah Al Azhar Padang Bulan, Medan, tahun 2014 melibatkan tujuh orang pelaku diantaranya TS, BS, Ritik Aritonang dan empat orang lainnya yang merupakan teman Ritik Aritonang dengan jumlah yang digasak Rp 100 juta.

Selanjutnya, Koperasi CU Mandiri Jalan Dame Kecamatan Medan Amplas tahun 2014 melibatkan tujuh pelaku diantaranya TS, BS, Ritik Aritonang, Barnes, Siburian, dan seorang pengemudi mobil Avanza hitam. Mereka mencuri uang sebanyak Rp 1,6 miliar.

Berikutnya di showroom Honda tahun 2015 melibatkan enam pelaku diantaranya Tunggul, Saragih, Azis, Zakaria, Zailani dan sopir kendaraan Avanza putih. Hasil curian yang mereka peroleh sebanyak Rp 80 juta.

Kemudian di Tebing Tinggi. Sasarannya Koperasi CU. Para pelaku beraksi pada Juni 2017 namun pulang dengan tangan hampa. Masih tak jera, komplotan ini kembali menjarah ATM BRI pada Juni 2017 melibatkan delapan orang pelaku diantaranya, TS, BS, Batubara dan empat orang lainnya yang merupakan teman TS. Saat beraksi mereka menggunakan mobil Innova perak dan berhasil menjarah uang tunai Rp 100 juta.

"Ditreskrimum masih terus mendalami dan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap anggota sindikat lainnya. Komplotan ini sangat meresahkan masyarakat," timpal Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Rina Sari Ginting.

(dgh/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar