Polda Sumut Paparkan Peristiwa Pembunuhan di Samosir

Polda Sumut Paparkan Peristiwa Pembunuhan di Samosir

Polisi dan warga berada di halaman rumah JS di Dusun Janji Mauli, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Kamis (25/10)

(jw/csp)

Kamis, 25 Oktober 2018 | 14:27

Analisadaily (Medan) - Pembunuhan satu keluarga di Dusun Janji Mauli, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir ternyata dilakukan JS, yang juga kepala rumah tangga keluarga.

"Usai membunuh istri dan dua anaknya, pelaku bunuh diri dengan cara menyayat tangannya dengan pisau dan meminum rancun hama," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (25/10).

Tatan menjelaskan, JS (30) bersama istrinya RG (30), serta dua anaknya PES (2) dan RAS (5) ditemukan tetangganya sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di kamar dengan posisi terlentang dan berdarah.

Menerima keterangan saksi baik dari keluarga korban dan tetangga, hubungan antara JS dan ‎RG sudah tidak harmonis sejak 6 bulan belakangan ini. Pelaku bekerja sebagai petani tidak pernah lagi memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

‎"Karena keadaan itu, istri dan anaknya sering pergi dan menginap di rumah orangtuanya. Tidak tertutup kemungkinan pelaku JS terlebih dahulu melakukan penganiyaan terhadap istri dan anak korban. Selanjutnya, JS melakukan upaya bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan sebelah kiri dengan menggunakan pisau," sambung Tatan.

Lebih lanjut, Tatan menuturkan, dari lokasi petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau dengan sarung yang berlumuran darah, kain ataupPakaian anak anak korban. Satu batang balok kayu berukuran 1 meter dan botol racun hama 1 buah.

Barang bukti tersebut kemudian diamankan dan semua jenazah dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan, Kabupaten Samosir, dan selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi terhadap korban.

Pihak keluarga korban tidak terima atas kejadian itu dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus. "Bisa jadi, saat kejadian pelaku JS dalam keadaan tidak sadar diri karena mabuk," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar