Polda Sumut Lakukan OTT di Puskesmas Parlayuan

Polda Sumut Lakukan OTT di Puskesmas Parlayuan

llustrasi

(jw/eal)

Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:30

Analisadaily (Labuhanbatu) - Petugas Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Puskesmas Parlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (13/8).

Dalam OTT tersebut petugas mengamankan tujuh orang yang diduga merupakan pejabat puskesmas.

Informasi diperoleh Analisadaialy.com, enam dari tujuh orang yang diamankan merupakan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan satu orang lainnya adalah Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Ketujuh orang yang diamankan berinisial MHJ (41), Kepala Puskesmas Parlayuan; HM (45) menjabat Bendahara BOK Puskesmas Parlayuan; SUB (33) menjabat Bendahara JKN Puskesmas Parlayuan; SD (40) menjabat Staf Puskesmas Parlayuan; NH (42) menjabat Staf Puskesmas Parlayuan; NUR (33) menjabat Staf Puskesmas Parlayuan dan AFN (26) Tenaga Kerja Sukarela Puskesmas Parlayuan.

Wakil Direktur Kriminal Khusus (Wadirkrimsus) Polda Sumatera Utara, AKBP Bagus Suropratomo, membenarkan OTT di Puskesmas Parlayuan yang dilakukan pihaknya hari ini.

"Benar ada OTT. Penangkapan memang ada, tapi kan kita harus dalami dulu. Baru kita tetapkan nanti kalau ada tersangka," kata Bagus, Selasa (13/8) malam.

Menurut Bagus, OTT yang dilakukan pihaknya diduga terkait pemotongan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

"Dugaan sementara ini terkait dana JKN dan bantuan operasional kesehatan," jelasnya.

Selain mengamankan tujuh orang, polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 188.315.000. Saat ini ketujuh orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polres Labuhanbatu.

"Kita amankan barang bukti sebanyak Rp 188.315.000 rupiah. Ada tujuh orang dan saat ini masih diamankan di Polres Labuhanbatu," terang Bagus.

"Sementara masih didalami karena harus diperiksa. Penangkapan memang ada, tapi kan kita harus dalami dulu. Baru kita tetapkan nanti kalo ada tersangka," tukasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar