Polda Sumut dan Pemko Medan Kirim Tim ke Belanda

Selama Sepekan Tim Mencari Data Blue Print Kota Medan

Polda Sumut dan Pemko Medan Kirim Tim ke Belanda

Kapolda Sumt, Irjen Pol. Agus Andrianto dan Walikota Medan, Dzulmi Eldin, mendatangi Gedung Warenhuis Medan, Jumat (20/9)

(jw/eal)

Jumat, 20 September 2019 | 16:07

Analisadaily (Medan) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, Irjen Pol. Agus Andrianto, bersama Walikota Medan, Dzulmi Eldin, mengunjungi bangunan bersejarah di Jalan Hindu, Kecamatan Medan Barat, tepatnya di Gedung Warenhuis.

Dalam kesempatan itu Pemerintah Kota (Pemko) Medan bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara mengirim tim ke Belanda untuk mencari data blue print (cetak biru) pembangunan Kota Medan semasa Pemerintah Belanda berkuasa di Indonesia.

Agus mengatakan, tim penyidik Polda Sumut, Pemko Medan dibantu Badan Kearsipan Nasional akan berangkat ke Belanda, Sabtu (21/9) besok. Mereka pergi ke Belanda bertugas selama sepekan untuk mencari semua data mengenai pembangunan di Kota Medan.

"Mereka berangkat ke sana dengan tujuan untuk menyelamatkan aset-aset, terutama bangunan milik Pemerintah Belanda yang tak kembali ke Pemerintah Indonesia, tetapi justru dikuasai masyarakat," kata Agus, Jumat (20/9).

Dengan data-data yang akan diperoleh dari Belanda, pihaknya bisa mengetahui cetak biru atau dokumen-dokumen asli penataan dan pembangunan Kota Medan. Sebab, selain bangunan bersejarah, ada juga terowongan bawah tanah yang dibangun dan hingga kini belum diketahui.

"Sehinga dengan data-data yang kita peroleh, kita akan upayakan itu bisa kembali ke pemerintah. Kemudian diperbaiki dan dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menyumbang devisa negara," ucapnya.

Polda Sumut dan Pemko Medan menduga, hingga kini masih banyak bangunan bersejarah yang ada di Medan dikuasai oleh masyarakat. Salah satu upaya penyelamatan itu adalah dengan mengetahui lanskap penataan dan pembangun kota dari data cetak biru yang diyakini berada di Belanda.

Selanjutnya, setelah data tersebut diperoleh dan bangunan bersejarah yang ada bisa dikuasai pemerintah, maka pihaknya menyerahkan sepenuhnya pengelolaan bangunan tersebut kepada Pemko Medan.

Terowongan bawah tanah di

Terowongan bawah tanah di Gedung Warenhuis

"Mau dijadikan apa gedung itu, terserah. Yang penting nilai sejarah harus diselamatkan, kemudian masyarakat bisa sejahtera," ungkap Kapolda.

Sementara Dzulmi Eldin menuturkan bahwa bangunan-bangunan bersejarah yang telah dan akan dikuasai pemerintah, akan digunakan untuk menggenjot wisatawan ke Medan.

"Kami berharap bangunan-bangunan ini akan menjadi ikon Kota Medan," tuturnya.

Pemko Medan juga berencana menjadikan kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai ikon wisata sejarah Kota Medan. Sebab di kawasan tersebut masih berdiri banyak bangunan bersejarah yang dulu membuat Medan dikenal sebagai Paris van Sumatera.

"Nanti akan kita buat pedestrian lebih baik lagi sehingga wisatawan bisa berjalan kaki dengan nyaman dan aman di wilayah ini," tukas Eldin.

Untuk diketahui, Gedung Warenhuis merupakan gedung bersejarah di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Bangunan ini dibuat berlantai dua pada tahun 1916 dengan arsitek berkebangsaan Jerman. Angka tahun pendirian bangunan ini tertulis pada bagian tembok bangunan. Arsitek bangunan ini bernama G Bos yang juga tertulis di dinding bangunan.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar