Polda Sumut Benarkan Penangkapan Terduga Teroris

Polda Sumut Benarkan Penangkapan Terduga Teroris

Penangkapan terduga teroris di Kota Tanjung Balai.

(jw/rzp)

Rabu, 16 Mei 2018 | 12:57

Analisadaily (Medan) - Informasi yang beredar terkait adanya penangkapan terduga teroris yang dilakukan Densus 88 di Kota Tanjung Balai pada Selasa (15/5) kemarin dibenarkan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penindakan terhadap beberapa orang terduga teroris. Untuk rincian tindakan yang dilakukan Densus 88, Tatan belum bisa memastikan secara detail.

"Iya benar, Densus 88 dan Polda Sumut telah menindak terduga teroris," kata Tatan, Rabu (16/5).

Sebelumnya, kabar yang diperoleh dari beberapa grup WhatsApp menyebutkan, Densus 88 Anti Teror melakukan operasi penangkapan di Kota Tanjung Balai. Penangkapan dilakukan di Jalan Besar Teluk Nibung, Kelurahan PKK Beting Kuala Kepias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Dari video amatir yang beredar, beberapa lokasi penangkapan berada di pinggir jalan. Penangkapan disaksikan masyarakat umum. Terlihat dua orang terkapar di dalam video. Satu diantaranya masih bisa menggerakkan kepala dengan bercak darah di kaki. Sedangkan terduga teroris lainnya tewas dan dibawa ke Kota Medan.

Selain di Tanjung Balai, penangkapan juga dikabarkan dilakukan di Kota Medan. Namun, belum ada keterangan resmi atas penangkapan itu. Untuk identitas dari para pelaku terduga teroris tersebut juga belum diketahui.

Polda Sumut Siaga 1

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyatakan dengan tegas untuk wilayah Sumut ditetapkan status Siaga l. Penetapan status sudah dilakukan sejak Minggu (13/5) malam, menyusul rentetan teror bom yang terjadi di Surabaya dan aksi radikalisme yang terjadi di Mako Brimob Depok.

"Sejak Minggu malam kita sudah tetapkan Sumut status siaga l," tegas Kapolda.

Untuk pengamanan yang dilakukan Polda Sumut dan jajarannya, dikerahkan 2/3 personel kepolisian untuk menjaga kekondusifan.

"Siaga 1 hasil konsolidasi kekuatan agar anggota tidak berkeliaran sendiri-sendiri dan tetap berada di wilayah masing-masing," ucapnya.

Kapolda juga menghimbau kepada masyarakat Sumut agar untuk tidak mudah terprovokasi terhadap informasi yang dianggap tidak benar.

"Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak benar dan dapat memperkeruh suasana di Sumut," tambahnya.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar