Polda Sumut Amankan Penyebar Video Hoaks Pencoblosan Surat Suara

Polda Sumut Amankan Penyebar Video Hoaks Pencoblosan Surat Suara

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/rzd)

Rabu, 20 Maret 2019 | 15:43

Analisadaily (Medan) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polds Sumut) melalui tim Subdit V/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) mengamankan seorang penyebar video hoaks surat suara tercoblos yang sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pelaku yang diamankan berinisial UR. Pelaku merupakan warga Jawa Barat (Jabar).

"Pelaku sudah diamankan petugas pada Kamis (14/3) lalu di Jawa Barat. Karena pelaku juga warga di sana," katanya, Rabu (20/3).

MP. Nainggolan menjelaskan, pelaku menyebarkan video hoaks menggunakan akun Facebook palsu. Selama ini lokasi akunnya juga selalu berubah-ubah.

"Penangkapan ini berhasil dilakukan setelah polisi menelusuri pertemanan di akun Facebook tersebut. Dari pertemanannya ditelurusi, kemudian dijebak dan tersangka berhasil diamankan," jelasnya.

"Untuk menangkap tersangka yang kasusnya seperti ini tidak mudah," sambungnya.

Saat ini UR telah berada di Polda Sumut dan telah dilakukan penahanan. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif pelaku menyebarkan video hoaks yang menuding KPU Sumut curang.

"Sampai saat ini motif pelaku masih diselidiki petugas, dan tersangka sudah ditahan," ungkapnya.

Kejadian tersebut berula pada Minggu (3/3). KPU Sumut dan KPU Medan resmi melaporkan ke Polda Sumut akun Facebook penyebar hoaks surat suara tercoblos. Video itu meresahkan masyarakat karena dianggap memprovokasi dan menjelekkan nama baik KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Informasi soal video itu pertama kali diketahui pada Sabtu (2/3) malam. Video hoaks itu diposting oleh akun Facebook atas naa Muhamad Adrian. Dalam postingannya, Adrian menambahi keterangan yang bernada provokatif.

"Memang keparat kau KPU di Sumatera Utara, surat suara sudah tercoblos 01 semua?" tulis Adrian dalam postingannya.

Video yang sama juga diposting akun Facebook Kusmana. Dalam postingannya menyebutkan video itu menggambarkan kericuhan yang terjadi di KPU Kota Medan. Padahal, video tersebut adalah kericuhan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, pada Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar