Polda Sumut: 4 Tersangka Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Polda Sumut: 4 Tersangka Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memaparkan kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Mapolda Sumut, Senin (25/6)

(jw/csp)

Senin, 25 Juni 2018 | 11:20

Analisadaily (Medan) - Empat tersangka tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba terancam hukuman 10 tahun penjara.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, mereka dikenakan pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana.

“Dengan pidana kurungan selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 Miliar, Jo pasal 359 KUHPidana, penjara selama-lamanya 5 tahun,” kata Irjen Pol Paulus di Mako Polda Sumut, Senin (25/6).

Ia menjelaskan, pada Senin (18/6) lalu sekitar pukul 17.00 WIB, Nakhoda Kapal, Poltak Soritua Sagala bersama tiga orang ABK-nya berangkat dari Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras, Simalungun, membawa penumpang lebih dari 150 orang dan sepeda motor lebih dari 70 unit.

"Setelah berlayar beberapa menit, pukul 17.30 WIB terasa ada benturan di kapal, mesin mati dan kapal berhenti. Terbalik ke arah kanan (badan jadi ke bawah) dengan kondisi terapung selama 5 menit," jelasnya.

Kemudian, pada pada pukul 17.35 WIB kapal tenggelam secara keseluruhan sedangkan para penumpang ada berenang menyelamatkan diri menunggu datangnya pertolongan. Tidak lama kemudian, pukul 17.35 WIB kapal Feri lewat, dan memberi pertolongan.

Keempat tersangka yaitu nakhoda dan sekaligus pemilik kapal, Poltak Soritua Sagala, pihak regulator dari Pegawai Honor Dishub Samosir yang juga anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Dan, Kapos Pelabuhan Simanindo yang merupakan PNS Dinas Perhubungan Kab. Samosir, Golpa F. Putra, serta Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP), Rihad Sitanggang.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar