PLTA Batang Toru Memberikan Tiga Manfaat Sekaligus

PLTA Batang Toru Memberikan Tiga Manfaat Sekaligus

 

 

 

<div dir="auto" rgb(34,="" 34,="" 34);="" font-family:="" arial,="" helvetica,="" sans-serif;="" font-size:="" small;"="">Peneliti Utama di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Aek Nauli, Wanda Kuswanda (kiri) Senio Advisor Lingkungan PT NSHE, Agus Djoko Ismanto (tengah), Jumat (22/2)

 

 

 

(jw/csp)

Jumat, 22 Februari 2019 | 21:02

Analisadaily (Medan) - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan yang ramah lingkungan memberikan tiga manfaat besar sekaligus, yaitu energi listrik, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat, Sumatera Utara dan juga dunia.

Selain itu, kelestarian flora dan fauna liar seperti Orangutan akan tetap terjaga kelestariannya, karena PLTA Batang Toru melaksanakan kajian Environmental and Social Impact Assessment (ESIA).

Pernyatanaan tersebut disampaikan Peneliti Utama di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Wanda Kuswanda, setelah meneliti di Batangtoru selama 15 tahun.

“Batang Toru bukan merupakan habitat utama Orangutan. Hal ini berdasarkan hasil analisis populasi penemuan sarang dan sebaran pakan yang lebih banyak pada hutan konservasi maupun hutan lindung,” kata Wanda, Jumat (22/2).

Populasi Orangutan di APL rendah karena kawasan ini banyak berubah menjadi lahan perkebunan, pertanian, dan pemukiman masyarakat sejak ratusan tahun lalu.

"Dan, itu berdasarkan hasil pengamatan saya langsung. Orangutan di sana sudah banyak hidup di ketinggian 600-900 mdpl," sambungnya.

Menurut dia, PLTA Batang Toru selama ini aktif bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, juga mengikuti arahan Kementerian LHK melalui BBKSDA untuk memonitor satwa liar.

Di antaranya dengan membangun jembatan Arboreal untuk Orangutan menjelajah dari hutan ke APL dan sebaliknya, serta mendukung pembangunan demplot pengkayaan pakan orangutan. "Itu merupakan rekomendasi yang disampaikan untuk dilaksanakan dalam pembangunan proyek," ujarnya.

Senior Advisor Lingkungan PT NSHE, Agus Djoko Ismanto menuturkan, kawasan pembangunan PLTA Batang Toru berstatus APL, bukan hutan primer. Ini dapat dilihat dari vegetasi yang tumbuh didominasi pohon karet dan jenis-jenis pohon perkebunan lainnya.

"Walaupun berada di APL, kami sangat menyadari kelestarian kawasan Batang Toru adalah elemen penting. Karena, proyek ini memiliki ketergantungan pada keteraturan suplai air dari alam," ujarnya.

Senior Executive for External Relations PT NSHE, Firman Taufick mengungkapkan, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan berupa panas matahari, air, angin, bioenergi, dan panas bumi.

Potensi sumber energi dari air mencapai 75 ribu MW di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan bauran dari energi terbarukan dapat mencapai 23 persen dari total sumber energi pada 2030.

Masih kata Firman, kehadiran PLTA Batang Toru untuk mengurangi peran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada saat beban puncak di Sumatera Utara. Pilihan pada PLTA karena lebih bersih dan berkesinambungan.

“Karena itu, PLTA Batang Toru akan mendukung pengurangan emisi karbon di Sumatera Utara dan nasional sebagai langkah konkrit implementasi kesepakatan Paris, serta mewujudkan green energy," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, dengan memakai sumber energi air maka pemerintah bisa menghemat pengeluaran devisa hingga US$ 400 juta per tahun. Karena, tidak menggunakan bahan bakar fosil.

Di sisi lingkungan, ini merupakan pembangkit energi terbarukan yang berkontribusi besar mengurangi emisi karbon nasional dan untuk mencegah, memerangi dampak perubahan iklim yang menjadi ancaman dunia.

Jadi, lanjutnya, kehadiran PLTA Batang Toru sebagai langkah penerapan Perjanjian Paris yang diratifikasi Pemerintah Indonesia melalui UU No.16 Tahun 2016. Hasil Kajian Pustaka Alam menunjukkan, PLTA ini bisa mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 1.6-2.2 juta metrik ton CO2 atau 4 persen target sektor energi Indonesia pada 2030.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar