PLN Gratiskan Token Listrik Pengungsi Sinabung Selama 1 Tahun

PLN Gratiskan Token Listrik Pengungsi Sinabung Selama 1 Tahun

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/rzd)

Selasa, 10 April 2018 | 11:54

Analisadaily (Karo) - PLN memberikan bantuan bina lingkungan dalam bentuk token listrik gratis selama satu tahun untuk 286 hunian sementara (Huntara) pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo senilai Rp 279 juta.

PLN juga memberikan bibit tanaman, yaitu bibit tomat dan cabai serta pupuk organik senilai Rp 220 juta. Pemberian bantuan ini dilakukan di Kantor Bupati Karo.

"Penghuni Huntara diharapkan dapat memulai menata perekonomian keluarga kembali, sehingga memperkecil kesenjangan antara penghasilan dan standar kebutuhan hidup yang layak pasca erupsi Sinabung," kata Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali, Selasa (10/4).

Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan, akhirnya permintaan listrik gratis untuk pengungsi Huntara dapat diwujudkan. Terkelin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan PLN yang peduli kepada masyarakat.

"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung," ungkap Terkelin.

Gunung Sinabung Berstatus Awas

Gunung Sinabung merupakan gunung berapi yang sangat aktif dan memiliki aktivitas level IV atau Awas. Tercatat sejak akhir 2013 hingga awal 2014 mengalami lebih dari 750 kali erupsi. Terakhir erupsi pada Jumat, 6 April 2018, pukul 16.07 WIB dengan kolom asap letusan 7.460 meter di atas permukaan laut disertai awan panas.

Gunung Sinabung mengalami erupsi terbesar pada 19 Februari 2018 lalu sehingga mengakibatkan dampak kerusakan pada lingkungan sekitar Gunung Sinabung. Erupsi tersebut mengubah status Gunung Sinabung menjadi level IV (empat) atau ‘awas’.

Insiden mengakibatkan banyak tempat tinggal yang dikosongkan warga untuk mengungsi, serta banyak lahan warga yang rusak. Lahan ini merupakan lahan pertanian yang menjadi sumber pencaharian utama warga, sehingga berdampak pada perekonomian warga di sekitar Gunung Sinabung.

Letusan Sinabung juga berdampak pada kerusakan dan kerugian masyarakat di kawasan tersebut, khususnya masyarakat di delapan desa yang ditempatkan di pengungsian dan sebagian warga lainnya yang ditempatkan di Huntara yang dibangun Pemerintah.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar