PKPA: Kekerasan Pada Anak Persoalan Utama di Dunia

PKPA: Kekerasan Pada Anak Persoalan Utama di Dunia

Senior Program Officer Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Misran Lubis, Senin (20/11)

(aa/csp)

Senin, 20 November 2017 | 20:49

Analisadaily (Medan) - Senior Program Officer Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Misran Lubis mengatakan, peringatan Hari Anak se-Dunia jadi momen bagi setiap negara di dunia untuk mengunggah kesadaran akan kepedulian pada anak.

“Karena, kekerasan pada anak masih persoalan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Penyebabnya konflik, kemiskinan, serta kejahatan seksual. Cybercrime juga salah satu masalah global,” kata Misran kepada Analisadaily.com, Senin (20/11).

Tidak hanya di Indonesia, lanjutnya, tapi juga seluruh dunia merasakan kejahatan cybercrime terhadap anak cukup tinggi. Baik itu dalam bentuk kejahatan seksual maupun persekusi. Maka dari itu, anak mengharapkan dunia yang layak.

“Dunia layak anak itu dibangun dari tingkat yang lebih kecil yakni, keluarga karena tahap pertama itu berasal dari keluarga. Jika keluarga dengan pola asuh tidak ramah bagi anak, mustahil kita bisa menciptakan dunia layak untuk anak," tegasnya.

Kunci utamanya pola asuh di lingkungan keluarga termasuk pendidikan Budi Pekerti. Dalam membangun dunia yang layak anak, khususnya di Indonesia, tidak bisa dilakukan oleh keluarga itu sendiri karena keterbatasan kemampuan, kapasitas dan informasi.

“Ada dua pihak penting menciptakan itu yakni pemerintah dan pihak swasta. Khusus swasta, mereka bisa berkontribusi lewat program CSR maupun penciptaan lingkungan industri ramah anak. Perlu juga sinergi masyarakat dengan pemerintah dan dunia usaha," tandasnya.

(aa/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar