Pilpres Ricuh di Hong Kong, Ketua MPR: A Big Joke!

Senin, 7 Juli 2014 | 11:24

detikNews - Jakarta, Ketua MPR Sidarto Danusubroto bereaksi keras soal kabar ratusan WNI yang tidak bisa mencoblos di Hong Kong. Sidarto menegaskan bahwa WNI di mana pun harus difasilitasi hak pilihnya.

"A big joke! WNI di mana pun mereka ada harus diberi kesempatan menyatakan hak pilih. Kalau hanya alasan lapangan, saya tidak mengerti. Harus diatur supaya mereka bisa gunakan hak pilih," kata Sidarto di Gedung DPR, Senayan, Senin (7/7/2014).

Sidarto mengimbau agar Komisi I DPR memanggil Menlu Marty Natalegawa dan konsulat jenderal di Hong Kong. Sikap tegas dari Bawaslu juga ia tunggu.

"Ke sanalah (Bawaslu) nanti. Komisi I perlu panggil Menlu bagaimana bisa seperti itu. Menlu dan konjen di Hong Kong. Ini imbauan saya," ucap politikus senior PDIP ini.

Sidarto mendengar kasus WNI tidak bisa menggunakan hak pilih bukan hanya di Hong Kong, namun juga di Arab Saudi dan Los Angeles, AS.

"Ini hal yang harusnya bisa diantisipasi sebelum hari H. Ini bukan pertama kali. Apa yang terjadi di Arab, HK, dan LA it is not the first time," tegasnya.

Sidarto mengaku tetap percaya netralitas aparat negara di Pilpres 2014 ini. Meski Presiden SBY menerima pasangan Prabowo-Hatta pada Jumat (4/7) lalu, ia yakin tak ada dukungan yang diberikan.

"Pak SBY terima mereka di Cikeas. Dukungan, saya tidak dengar. TNI/Polri netral, harus netral. Kita lihat, Anda semua monitor di lapangan," pungkasnya. (imk/trq)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar