Pilpres 2019, Jaga Persatuan Meski Berbeda Pilihan

Pilpres 2019, Jaga Persatuan Meski Berbeda Pilihan

Dua orang pria sedang berada di Jalan Sudirman menggunakan topeng bergambar Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Kamis (13/9)

(jw/csp)

Kamis, 13 September 2018 | 18:54

Analisadaily (Medan) - Masyarakat diajak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meskipun berbeda pilihan pada ajang Pemilihan Presiden pada 19 April 2019.

Ajakan itu sampaikan Ahamdi saat aksi dengan menggunakan topeng bergambar Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Jalan Sudirman, Medan, Kamis (13/9).

Pada saat itu, ia bersama rekannya mengendarai sebuah sepeda berwarna pink dan menyelip di antara pengendara yang melintas di jalan tersebut. Tidak hanya itu, Ahmadi juga membagi-bagikan stiker yang bertuliskan 2019 Kita Tetap Saudara.

"Aksi ini memang sengaja dilakukan di tengah panasnya iklim Pilpres. Apalagi, sedang banyak beredar #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi," kata Ahmadi, Koordinator Aksi.

Ahmadi menilai, aksi ini dilakukan untuk mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Kita ingin semuanya tetap dingin. Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan meski berbeda pilihan," ajak Ahmadi.

Ia pun menjelaskan, aksi ini digagas oleh komunitas kuliner di Kota Medan. Mereka mengkritik isu yang berkembang akhir-akhir ini yang menurutnya berpotensi memecah belah.

Dua orang pria berada di Jalan Sudirman menggunakan topeng bergambar Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Kamis (13/9)

Dua orang pria berada di Jalan Sudirman menggunakan topeng bergambar Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Kamis (13/9)

"Hari ini terbagi dua faksi. Antara pendukung Prabowo dan Jokowi. Jadi, kita harapkan semua tetap baik. Karena, keduanya juga sahabat baik. Masyarakat jangan sampai ikut panas," ujarnya.

Selain bersepeda, ‘Jokowi dan Prabowo' sempat bertanding catur di Warung Kopi. Pertandingan itu menjadi tontonan.

Salah satu warga Kota Medan, Budi Hermansyah, mengapresiasi karena aksi ini bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak terpecah belah karena pilihan yang berbeda.

"Jangan sampai negara ini rusak karena berbeda kepentingan politik. Siapapun pemimpinnya, Indonesia bisa menjadi lebih baik. Demokrasi itu untuk menyatukan. Bukan memecah belah. Oleh karena itu, mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ini," kata Budi.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar