Pilkada Serentak 2017 Buktikan Kemajuan Demokrasi Indonesia

Pilkada Serentak 2017 Buktikan Kemajuan Demokrasi Indonesia

Sekretaris Eksekutif Megapolitan Strategis Indonesia (MSI), Nina Badriah

(rel/eal)

Senin, 20 Februari 2017 | 16:31

Analisadaily (Medan) - Sebanyak 7 provinsi dan 94 kabupaten/kota se-Indonesia sukses menggelar Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak tanggal 15 Februari 2017. Ini merupakan pilkada serentak kedua yang digelar setelah 9 Desember 2015 lalu.

Meski hasil Pilkada 2017 belum diumumkan secara resmi oleh masing-masing Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), namun dari proses perhitungan cepat sudah diketahui siapa calon yang bakal memenangkan pilkada dan memimpin daerahnya masing-masing untuk periode lima tahun ke depan.

Menurut Sekretaris Eksekutif Megapolitan Strategis Indonesia (MSI), Nina Badriah, mayoritas calon yang bertarung dalam Pilkada 2017 sukses menunjukkan kedewasaan berpolitik pasca dilakukannya pemungutan suara.

"Lima hari pasca pilkada, kita sudah merampungkan data dari pantauan di beberapa daerah. Hasilnya, calon-calon yang bertarung di pilkada kemarin cukup dewasa dalam menerima pilihan masyarakat. Meski pengumuman resmi dari KPUD belum keluar, namun riak-riak untuk melakukan gugatan akibat adanya indikasi kecurangan hampir tidak terlihat," kata Nina di Medan, Senin (20/2).

Lebih jauh Nina mencontohkan, salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono/Sylviana Murni, dengan besar hati mengakui kekalahan setelah melihat hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei.

Tidak hanya pasangan Agus/Sylvi, beberapa pasangan calon petahana yang kalah dalam perhitungan cepat, juga tidak menunjukkan reaksi berlebihan dalam menyikapi pilihan konstituen saat pemungutan suara.

"Di beberapa provinsi calon incumbent tumbang, seperti di Banten, Aceh, dan Papua Barat. Sejauh ini mereka tidak banyak meributi hasil pemilihan. Ini menunjukkan minimnya kecurangan pra, saat dan pasca pemilihan. Lebih dari itu, calon-calon ini sudah siap menang dan siap kalah. Ini kemajuan dalam kancah demokrasi Indonesia," tandasnya.

(rel/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar