Pianis Muda Korut Akan Tampil Dalam Konser Piano Perdamaian Dunia di Jakarta

Pianis Muda Korut Akan Tampil Dalam Konser Piano Perdamaian Dunia di Jakarta

Pianis muda Korea Selatan, Choe Jang Hung.

(hers/rzp)

Selasa, 10 April 2018 | 11:17

Analisadaily (Jakarta) - Pianis muda dari Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, Choe Jang Hung, akan tampil dalam Konser Piano Perdamaian Dunia di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang akan diselenggarakan Rabu, 11 April 2018.

Konser Perdamaian Dunia ini dikerjakan bersama oleh Jaya Suprana School of Performing Arts (JSSPA) dan Kantor Berita Politik RMOL dengan dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Korea Utara, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea (PPIK), Sinar Mas, BCA, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dan Jamu Jago.

Sekjen PPIK, Teguh Santosa mengatakan, konser pianis muda Korut ini memiliki arti yang demikian besar bagi persahabatan kedua negara. Selain itu juga mempertegas peranan Indonesia, khususnya PPIK, dalam menciptakan dan menjaga perdamaian di Semenanjung.

"Bagi kami di Perhimpunan, tidak berlebihan kiranya untuk mengatakan bahwa ini adalah bagian dari kewajiban konstitusional, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," kata Teguh, ditulis Analisadaily.com, Selasa (10/4).

Choe Jang Hung didampingi gurunya, Ri Kang Juk, dan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Korea Indonesia (PPKI) Kim Jong A, tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu, 8 April 2018. Rombongan dari Pyongyang ini disambut Dubes Korut An Kwang Il dan Sekjen PPIK Teguh Santosa.

Sebelum memulai latihan di JSSPA, Jang Hung telah meninjau GKJ tempat konser akan diselenggarakan. Adapun Jaya Suprana mengatakan, dirinya tidak menyangka Choe Jang Hung memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memainkan jari-jemarinya di tuts piano.

"Dia bermain dengan jiwa. Saya kehabisan kata-kata untuk melukiskan perasaan kagum saya. Airmata saya sampai menetes," kata Jaya Suprana.

Diakui Jaya Suprana, Choe Jang Hung memainkan komposisi-komposisi yang "berbahaya" dengan sangat sempurna. Wajar bila anak muda kelahiran Pyongyang berusia 13 tahun itu bisa memenangkan sejumlah kompetisi di luar Korea.

"Kita tengah menyaksikan kehadiran seorang juara dunia," demikian Jaya Suprana.

(hers/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar